Pemerintah Siap Gelar Ujian Nasional 2012

8 12 2011

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional tahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012.

Menteri Nuh mengatakan, saat ini perdebatan mengenai UN sudah selesai. “Sekarang masalahnya adalah bagaimana melaksanakan UN dengan baik,” ujarnya dalam jumpa pers, di Gedung Kemdikbud, Rabu (30/11). Turut mendampingi Mendikbud adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro dan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi.

Ia menuturkan,  ada empat kunci pelaksanaan UN yang baik atau kredibel. Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya. Karena jika berkasnya bocor, maka kredibilitas UN itu sudah berkurang, bahkan hilang.  Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji.

Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin kelancarannya.  Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang dibagikan salah. “Kalau seandainya terjadi kesalahan, maka harus disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut,” katanya. Dan, keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak. “Nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang sebenarnya,” kata Menteri Nuh.

Menteri Nuh menyampaikan, jika keempat kunci pelaksanaan tadi bisa dipenuhi, maka ada dua hal yang bisa diraih. Pertama, bisa dilakukan pemetaan tentang ragam kompetensi siswa dan penyebarannya. Kedua, informasi kualitas sang anak (lulus atau tidak lulus).

Menteri Nuh juga menegaskan, bahwa ujian nasional bukanlah penentu kelulusan.  Kelulusan ditentukan satuan pendidikan. Namun, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.

UN untuk tingkat SMA/MA akan berlangsung pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.

Sedangkan untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.

Baca entri selengkapnya »





TES SEMESTER 2 BIOLOGI KELAS X

31 05 2011




TES SEMESTER 2 BIOLOGI KELAS XI IPA

31 05 2011




UAN & SNMPTN Dalam Pandangan Sufi

3 05 2011

Gara-gara setia mendampingi anak dan keponakannya belajar serius menghadapi Ujian Akhir Nasional (UAN) dan bahkan mengantar mereka ziarah ke kubur wali agar dapat barokah dan lulus ujian, Sukiran jatuh sakit dan dirawat di RSUD. Ketika Sukiran menghadap Guru Sufi untuk meminta barokah doa bagi kesembuhan ayahnya, ia berpapasan dengan Sufi tua dan mengabarkan keadaan ayahnya yang sedang sakit. Tahu bahwa penyebab jatuh sakitnya Sukirin adalah UAN, Sufi tua menyayangkan kekeras-hatian ayah dari Sukiran itu yang enggan menuruti sarannya. “Aku sudah memberitahu bapakmu, untuk tidak terlalu serius menghadapi UAN bagi adikmu. Berkali-kali aku katakan, bahwa nasib manusia tidak ditentukan oleh gelar akademis dan ijazah sekolah,” kata Sufi tua.

“Tapi mbah,” sahut Sukiran tidak faham,”Kalau tidak serius belajar, nanti tidak lulus ujian. Kalau tidak lulus ujian, berarti tidak bisa ikut tes SNMPTN dan itu berarti tidak bisa kuliah adik saya.”

“He, apa kau pikir UAN itu seleksi evaluative hasil belajar tingkat nasional?” tanya Sufi tua.

“Ya pasti begitu toh mbah,” sahut Sukiran ketawa,”Namanya juga Ujian Akhir Nasional. Jadi itu seleksi evaluative hasil belajar tingkat nasional. Kan siswa yang ikut UAN juga skalanya nasional? Bagaimana toh mbah?”

“Kamu salah sangka, le. Sekali pun UAN itu singkatan Ujian Akhir Nasional, tapi UAN sekali-kali bukanlah sebuah seleksi evaluative hasil belajar secara nasional,” kata Sufi tua.

“Kenapa sampeyan bisa bilang begitu, mbah?” sergah Sukiran penasaran.

“Coba kamu pikir yang jernih,” kata Sufi tua dengan suara tenang,”Jika UAN itu sebuah seleksi evaluatif tingkat nasional, maka ijazah tanda kelulusan yang di dalamnya terdapat nilai kelulusan UAN hendaknya diakui keabsahannya secara nasional. Maksudnya, jika UAN memang hasil seleksi evaluatif belajar para siswa tingkat nasional, maka tanda kelulusan UAN harus diakui sebagai hasil belajar siswa pada tingkat nasional. Itu berarti, ijazah hasil seleksi evaluatif UAN langsung bisa digunakan untuk mendaftar masuk ke perguruan tinggi. Faktanya, ternyata hasil seleksi evaluatif yang disebut UAN itu hanya berupa selembar kertas yang tidak bisa dijadikan jaminan untuk masuk langsung ke perguruan tinggi. Siswa-siswa yang lulus UAN, wajib mengikuti ujian seleksi masuk ke perguruan tinggi, yaitu SNMPTN. Lalu untuk apa diselenggarakan UAN jika hasilnya tidak bisa dijadikan tolok-ukur kemampuan hasil belajar siswa, yang memungkinkan untuk mengikuti proses belajar-mengajar di perguruan tinggi? Untuk apa lulus UAN jika ternyata masuk PTN harus diuji lagi? Apakah itu bukan kemubadziran luar biasa?”

“Emm benar juga ya mbah?” gumam Sukiran mengangguk-angguk.

“Tahukah kamu, kenapa program mubadzir UAN itu diteruskan dan kenapa pula seleksi masuk perguruan tinggi semacam SNMPTN tetap juga dijalankan?” tanya Sufi tua.

“Wah kalau itu saya kurang tahu, mbah,” sahut Sukiran garuk-garuk kepala,”Soalnya saya ini kurang cerdas dan sempit wawasan. Bayangkan, mbah, masuk PTN saja saya gagal terus, apalagi ditanya UAN dan SNMPTN, tambah gak ngerti saya.”

“Kalau menurut aku, UAN dan SNMPTN itu terus dijalankan, sekalipun banyak yang tidak setuju dan bahkan protes, itu lebih disebabkan karena itu program banjir dana tahunan. Maksudku, dana untuk UAN dan SNMPTN itu tidak sedikit jumlahnya. Kalau sampai keduanya ditiadakan, bias bikin gigit jari orang-orang yang terlibat di dalam lingkaran pendidikan formal,” kata Sufi tua.

“Woo bener itu, mbah,” sahut Sukiran,”Untuk ikut tes SNMPTN saja, tiap-tiap calon mahasiswa harus bayar Rp. 150.000. Padahal, yang ikut tes SNMPTN se-Indonesia jumlahnya lebih 170.000 orang. Wow o wo, bermiliar-miliar itu.”

“Hehehe, cerdas juga kamu le,” tukas Sufi tua,”Tidak perlu dijelaskan sudah faham sendiri. Itu belum berkaitan dengan jumlah calon mahasiswa yang tidak lulus SNMPTN kemudian ikut program SPMB dan program Kemitraan, yang mengabsahkan tawar-menawar tarif masuk.”

“Iya mbah, tajir betul ya hasil dari seleksi-seleksian itu.”

“Tapi salahnya masyarakat juga yang sangat percaya dan sangat serius menghadapi program-program pengerukan dana itu,” kata Sufi tua.

“Salah satu korbannya adalah bapak saya yang masuk RSUD.”

“Kalau seriusnya dilanjutkan, bapakmu bias mati dan dijamin masuk neraka,” kata Sufi tua.

“Lho, kok bisa sampeyan bilang begitu mbah?” kilah Sukiran memprotes,”Apa dasar sampeyan menyatakan bapak saya jika mati akan masuk neraka?”

“Karena iman bapakmu sudah terhegemoni doktrin para pencari keuntungan yang mengatas-namakan pendidikan; terhegemoni doktrin para pencari keuntungan  yang menyatakan bahwa kesuksesan dan keberhasilan seseorang itu mutlak ditentukan oleh ijazah formal sekolah dan gelar kesarjanaan. Padahal, sebagai kaum beriman, hendaknya bapakmu yakin bahwa peruntungan nasib dan takdir manusia itu mutlak ditentukan Allah; Allah  Yang berwenang memberi petunjuk jalan lurus dan Allah  pula yang berwenang menggelar jalan sesat bagi manusia sesuai yang dikehendaki-Nya; Allah  Yang mutlak menentukan takdir baik dan takdir buruk makhluk-Nya; Dia Yang mutlak menentukan hidup dan mati makhluk-Nya; bahkan selembar daun jatuh pun, atas kehendak-Nya jua; lantas bagaimana keimanan itu diganti dengan doktrin membuta bahwa yang menentukan nasib baik manusia adalah ijazah dan gelar akademik kesarjanaan?” kata Sufi tua.

“Tapi mbah, kalau sekarang ini kita tidak kuliah, apa kata duniaaa?” Sukiran menjulurkan lidah.

“Tapi kalau gara-gara sekolah keimananmu menjadi berubah, apa kata akhiraaat?” sahut Sufi tua tertawa terkekeh-kekeh.

dalam catatan Agus Sunyoto





Dakwah vs Menakut-nakuti

21 04 2011

Oleh: Dr. KH. A. Mustofa Bisri

Seorang kawan budayawan dari satu daerah di Jawa Tengah yang biasanya hanya SMS-an dengan saya, tiba-tiba siang itu menelpon. Dengan nada khawatir, dia melaporkan kondisi kemasyarakatan dan keagamaan di kampungnya. Keluhnya antara lain,“Kalau ada kekerasan di Jakarta oleh kelompok warga yang mengaku muslim terhadap saudara-saudaranya sebangsa yang mereka anggap kurang menghargai Islam, mungkin itu politis masalahnya. Tapi ini di kampung, Gus, sudah ada kelompok yang sikapnya seperti paling Islam sendiri. Mereka dengan semangat jihad, memaksakan pahamnya ke masyarakat. Sasarannya jamaah-jamaah di masjid dan surau. Rakyat pada takut. Bahkan, na’udzu billah, Gus, saking takutnya ada yang sampai keluar dari Islam. Ini bagaimana? Harus ada yang mengawani masyarakat, Gus. NU dan Muhammadiyah kok diam saja ya?”

Baca entri selengkapnya »





Menziarahi Pemikiran KH. Abdul Wahid Hasyim untuk Menata-ulang Konsep Pendidikan di Indonesia

13 04 2011

By M. Arif Rahman Hakim

A. Pendahuluan : Tokoh Pendidikan yang Terlupakan

Nama KH. A. Wahid Hasyim (selanjutnya disingkat AWH) mungkin tidaklah setenar Soekarno, Moh. Hatta, Sutan Syahrir, ataupun Muh. Yamin. Namun, sumbangsihnya dalam membangun pondasi bangsa dan negara Indonesia tidaklah kalah dengan mereka. Kiprahnya dalam BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan juga Panitia Sembilan BPUPKI menjadi salah satu bukti jasa AWH bagi bangsa Indonesia.

Terlahir pada 1 Juni 1914 sebagai putra seorang ulama besar Indonesia, K.H. Hasyim Asy’ari, AWH sepertinya memang ditakdirkan untuk menjadi ‘the rising star’ pada masanya. AWH berhasil menorehkan berbagai prestasi gemilang di usianya yang relatih masih sangat muda.

AWH kecil dikenal cerdas dan kreatif. Pada usia 5 tahun, dia telah mulai belajar membaca Al Qur’an. Menginjak usia ke-12, AWH telah menamatkan studinya di Madrasah Salafiyah Tebuireng dan telah mempelajari beberapa kitab kuning pada ayahnya sendiri.

Antara umur 13 hingga 15 tahun, AWH berkelana dari satu pesantren ke pesantren yang lain untuk memperdalam wawasan ilmu keagamaannya. Namun, perhatian AWH tidak hanya terfokus pada pelajaran ilmu-ilmu Islam klasik semata. Pada tahun 1929, ia kembali ke Tebuireng dengan telah menguasai huruf Latin.

Selain itu, AWH juga menguasai bahasa Melayu, Belanda, dan Inggris – di samping bahasa Arab – karena secara rutin berlangganan berbagai majalah seperti Penjebar Semangat, Daoelat Ra’jat, dan Pandji Poestaka.

Baca entri selengkapnya »





HYPNOTEACHING, MELEJITKAN HASIL PEMBELAJARAN

13 04 2011

Saat Anda mendengar kata HIPNOSIS, secara otomatis terlintas dipikiran bahwa kata tersebut mengacu pada sebuah teknik menidurkan orang dan mempengaruhi orang tersebut dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini karena alam bawah sadar Anda telah memperoleh informasi sebelumnya dari berbagai media, baik buku, TV, majalah dsb.

Apa sih sebetulnya Hipnoteaching itu? Apakah sama dengan HIPNOTIS yang Anda duga sebelumnya?

Ketika Anda bersedia membaca artikel ini, membuktikan bahwa Anda adalah seorang guru atau pendidik yang memiliki dedikasi yang tinggi pada profesi Anda. Anda adalah seorang profesional yang memiliki visi mencerdaskan anak didik Anda. Lebih dari sekedar mencari status kepegawaian atau sertifikasi. Salut untuk Anda. Bravooooo……..

Baca entri selengkapnya »





TRY OUT UN KIMIA DENGAN POWERPOINT

7 04 2011

Ujian Nasional 2010/2011 sebentar lagi akan dilaksanakan. Tentunya sekolah, guru dan siswa menyiapkan strategi agar semua siswa dapat lulus dengan memuaskan. Salah satu strategi yaitu mengadakan Try Out Ujian Nasional guna membiasakan siswa mengerjakan soal-soal yang diprediksikan akan keluar dalam ujian nasional.

Banyak pilihan software yang bisa digunakan oleh guru untuk membuat program aplikasi Try Out Ujian Nasioanl yang handal. Salah satu yang biasa saya gunakan adalah dengan software Wondershare Quiz Creator (WQC). Software WQC sangat handal digunakan dalam membuat soal-soal latihan bagi siswa. Bagi teman-teman guru semua, jika menginginkan WQC portable (tidak perlu di instal), silahkan klik unduh disini.

Perlu diketahu, ternyata Powerpoint juga bisa dimanfaatkan dalam membuat latihan soal yang cukup interaktif seperti WQC maupun flash dengan memanfaatkan pemprograman VBA bagi Powerpoint. Bagi teman-teman guru yang sudah terbiasa dengan powerpoint mungkin bisa menambah kemampuannya dengan memanfaatkan VBA.

Berikut ini saya buat contoh Try Out UN Kimia dengan menggunakan powerpoint.

Silahkan download disini

Bagi semuanya yang butuh kumpulan soal Try Out UN KIMIA silahkan unduh disini





LATIHAN UJIAN SEKOLAH MAPEL KIMIA

6 03 2011

Hai kamu-kamu kelas XII IPA, ini ada sedikit bocoran uppsss…. latihan soal ujian sekolah mapel kimia, pelajari ya…siapa tahu besok pas ujian sekolah keluar…he..he

 

 





LATIHAN UJIAN SEKOLAH MAPEL BIOLOGI

6 03 2011

Bagi siswa-siswi kelas XII IPA, silahkan pelajari latihan soal Biologi untuk Ujian Aaakhir Sekolah. Semoga bermanfaat

 

 








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.