COELENTERATA

14 05 2009

Coelenterata berasal dari kata KOILOS  =  rongga tubuh atau selom dan ENTERON = usus. Jadi COELENTERON  artinya rongga yang berfungsi sebagai usus. Coelenterata hidupnya di perairan laut maupun air tawar, contoh hydra.

 

 

CIRI-CIRI COELENTERATA : 

  1. Hewan bersel banyak (multiseluler)
  2. Tubuh radial simetris (2 lapis sel), ektoderm dan endoderm. Diantaranya ada rongga (mesoglea)
  3. Bentuk seperti tabung (polip) dan seperti mangkok (medusa)
  4. Di atas tubuh terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa dan bergerak. Tentakel punya sel racun (knidoblast) atau sel penyengat (nematosis)
  5. Punya rongga gastrovaskuler untuk pencernaan
  6. Sistem pernapasan dengan cara difusi (seluruh permukaan tubuh), kecuali Anthozoa dan Sifonoglia
  7. Sistem saraf difus (baur)
  8. Mengalami metagenesis (pergiliran keturunan), vegetatif pada fase polip dan generatif pada fase medusa

 

TIPE TUBUH COELENTERATA

 

1.    POLIP

Umumnya hidup soliter (sendiri), tapi ada pula yang memben-tuk koloni. Melekat pada dasar perairan, tidak dapat bergerak bebas. Tubuh atas membesar, di alamnya terdapat rongga gastrovaskuler yang fungsinya sebagai usus. Di bagian atas terdapat mulut dan tentakel untuk menangkap mangsa. Polip merupakan fase vegetatif pada coelenterata.

2. MEDUSA

Fase medusa merupakan fase generatif (seksual), dimana pada fase ini mengha-silkan sel telur dan sel sperma. Medusa dapat melepaskan diri dari induk dan berenang bebas di perairan. Bentuknya seperti payung dan punya tentakel yang melambai-lambai. Kita biasa menamakannya dengan ubur-ubur

 

CARA MENDAPATKAN MAKANAN

 Coelenterata hidup di perairan yang jernih yang mengandung partikel-pertikel organik, plankton atau hewan-hewan kecil. Jika terdapat hewan kecil, misal jentik nyamuk menempel pada tentakel dan mengenai sel knidoblast, maka sel tersebut mengeluarkan racun. Jentik akan lemas lalu tentakel membawanya ke mulut.

 

Di bawah mulut terdapat kerongkongan pendek lalu masuk ke rongga gastrovaskuler untuk dicerna secara ekstraseluler (luar sel). Sel-sel endoderma menyerap sari-sari makanan. Sisa-sisa makanan akan dimuntahkan melalui mulut.

 

REPRODUKSI COELENTERATA

Ada 2 cara perkembangbiakan, yaitu : aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif)

 

1.  ASEKSUAL (VEGETATIF)

Dilakukan dengan membentuk kuncup pada kaki pada fase polip. Makin lama makin besar, lalu membentuk tentakel. Kuncup tumbuh disekitar kaki sampai besar hingga induknya membuat kuncup baru. Semakin banyak lalu menjadi koloni.

 2. SEKSUAL (GENERATIF)

Dilakukan dengan peleburan sel sperma dengan sel ovum (telur) yang terjadi pada fase medusa. Letak testis di dekat tentakel sedangkan ovarium dekat kaki. Sperma masak dikeluarkan lalu berenang hingga menuju ovum. Ovum yang dibuahi akan membentuk zigot. Mula-mula zigot tumbuh di ovarium hingga menjadi larva. Larva bersilia (planula) berenang meninggalkan induk dan membentuk polip di dasar perairan.

 

 

KLASIFIKASI COELENTERATA

 Coelenterata dibedakan menjadi 4 kelas, yaitu : Hydrozoa, Scyphozoa, Anthozoa dan Ctenophora

 

  1.   HYDROZOA

Hydrozoa berasal dari kata hydra, artinya hewan yang bentuknya seperti ular. Umumnya hidup soliter atau berkoloni. Soliter berbentuk polip dan yang berkoloni berbentuk polip dan medusa. Contoh : Hydra, Obelia dan Physalia

 

 

Hydra

Hydra

 

 

 

Physalia

Physalia

a. Hydra

Hidup di air tawar secara soliter. Makanannya jentik-jentik nyamuk. Bereproduksi secara aseksual dan seksual

 

b. Obelia

Hidup di air laut secara koloni. Sebagian besar waktu hidupnya sebagai koloni polip. Bagian polip yang berfungsi dalam hal makan disebut hidrant, sedang fase seksual (medusa) disebut gonangium

 Daur Hidup Obelia

 

2.  SCYPHOZOA

Berasal dari kata scyphos = mangkok

Memiliki bentuk dominan medusa. Polip bagian atas akan membentuk medusa lalu lepas melayang di air. Medusa akan melakukan kawin dan membentuk planula sebagai calon polip. Contoh : Aurelia aurita (ubur-ubur) 

Ubur-Ubur

Ubur-Ubur

 

Daur hidup Aurellia aurita

Daur hidup Aurellia aurita

 

3.  ANTHOZOA

Berasal dari kata anthos = bunga. Hidup di laut bentuk polip, tidak punya fase medusa. Polip bereproduksi secara aseksual dengan tunas, pembelahan dan fragmentasi. Reproduksi seksual dengan fertilisasi yang menghasilkan zigot lalu menjadi planula. Contoh : <1>Anemon laut : Metridium marginatum, Utricina crasicaris. <2>Karang laut : Astrangia denae, Tubiphora musica 

Anthozoa

Anthozoa

4CTENOPHORA

Beberapa zoolog menganggap ctenophora merupakan filum tersendiri. Tubuhnya mempunyai lapisan mesoderm, tidak mempunyai nematoksis dan tentakelnya mengandung zat-zat pelekat untuk menangkap mangsa.

Ctenophora dibedakan atas 2 subkelas, yaitu :

1. Subkelas Tentaculata (punya tentakel).

Terdiri atas beberapa ordo, antara lain :

1)    Cydippida, tubuh bulat/oval, terdapat semacam tanduk. Contoh : Mertensia

Cydippidia

Cydippidia

2)    Cobata, tubuh memadat dilengkapi dengan dua cuping oval, contoh : Mnemiopsis, Bolinopsis dan Leucothea.

Mnemiopsis

Mnemiopsis

3)    Cestida, tubuh seperti pita, contoh : Cestum dan Velamen

4)    Platyctenida, tubuh pipih, contoh : Ctenoplana dan Coeloplana

2. Subkelas muda (tak punya tentakel)

berupa ordo Beroida, tubuh kerucut atau silinder. Contoh : Beroe 

 

 

 

Beroe

Beroe

 

 

PERANAN COELENTERATA :

  1.   Sebagai bahan makanan, contoh : ubur-ubur
  2. Anemon laut/mawar laut sebagai hiasan di bawah laut atau akuarium air laut.
  3. Terumbu karang yang bagus dan eksotik bisa menarik wisatawan berkunjung untuk wisata laut dengan menyelam, contoh : Taman Laut Bunaken
  4. Terumbu karang juga berfungsi sebagai tempat berkembang biak ikan-ikan laut dan tempat berlindung satwa laut lainnya

 

Download Multimedia Pembelajaran Colenterata





INSECTA

14 05 2009

Insecta disebut juga serangga atau heksapoda. Heksapoda berasal dari kata heksa yang artinya enam (6) dan kata podos yang berarti kaki. Insecta mempunyai ciri khas yaitu berkaki 6 (tiga pasang). Diperkirakan oleh para ahli zoologi, insecta mempunyai jumlah lebih dari 70.000 jenis. Insecta berhabitat hampir di seluruh bagian biosfer, kecuali di laut.

 

A. Ciri-Ciri Insecta

1). Struktur dan Fungsi Tubuh

Tubuh insecta beruas-ruas, terdiri atas segmen kepala (cephalo), dada (toraks) dan perut (abdomen). Kepala insecta terdiri atas satu segmen yang sebenarnya merupakan persatuan dari enam segmen. Pada bagian kepala terdapat :

  1. Sepasang mata faset (majemuk), yaitu mata yang memiliki beberapa ommatidia (mata tunggal)
  2. Sepasang antena/alat peraba.
  3. Tiga pasang alat mulut, yaitu :
  • rahang muka
  • rahang tengah
  • rahang belakang

Dada (toraks) terdiri dari tiga segmen, yaitu prototoraks, mesotoraks dan metatoraks. Pada bagian dada terdapat tiga pasang kaki yang beruas-ruas. Pada beberapa insecta, di bagian kakinya terdapat keranjang serbuk sari. Pada umumnya insecta mempunyai dua pasang sayap.

Bagian perut (abdomen) terdiri atas ± 11 ruas. Ruas belakang (bagian posterior) berfungsi sebagai alat reproduksi. Pada beberapa insecta betina terdapat alat untuk melepaskan telur yang disebut ovipositor serta kantung tempat menyimpan spermatozoid yang disebut spermateka. Pada segmen pertama terdapat alat pendengaran atau membran tympanum.

Menurut tipe mulutnya, Insecta digolongkan menjadi empat (4) tipe mulut, yaitu :

  1. mulut menggigit dan mengunyah, misalnya jangkrik dan berbagai macam belalang.
  2. mulut menggigit dan menjilat, misalnya berbagai macam lebah.
  3. mulut menusuk dan mengisap, misalnya nyamuk.
  4. mulut mengisap, misalnya kupu-kupu
Tipe Mulut Insecta

Tipe Mulut Insecta

 

Bagian mulut ini terdiri atas rahang belakang (mandibula), rahang depan (maksila), dan bibir atas (labrum) serta bibir bawah (labium).

Kaki berubah bentuk disesuaikan dengan fungsinya yakni:

  1. kaki untuk menggali (anjing tanah)
  2. kaki untuk meloncat (belalang)
  3. kaki untuk berenang (kumbang air)
  4. kaki untuk pengumpul serbuk sari
  5. kaki untuk berjalan (kumbang tanah)
  6. kaki untuk memegang (belalang sembah)

 

2). Sistem Organ Insecta

Sistem Organ

Keterangan

Sistem pernapasan Organ pernapasan berupa trakea berspirakel yang terletak di kanan-kiri pada tiap ruas, sebagian larva bernapas dengan insang trakea pada bagian perutnya.
Sistem pencernaan makanan Sistem pencernaan makanan pada beberapa jenis serangga terjadi di mulut, kerongkongan, lambung depan, lambung otot, lambung kelenjar, usus dan anus (dubur). Makanan dicerna secara mekanis di lambung otot dan secara kimiawi di lambung kelenjar.
Sistem peredaran darah Tipe sistem peredaran darahnya adalah terbuka (lakunair), tidak mempunyai pembuluh balik (vena). Darah tak mengandung hemoglobin (Hb) sehingga tidak mengangkut oksigen atau karbondioksida tetapi hanya berfungsi mengangkut makanan.
Sistem syaraf Sistem syarafnya disebut tangga tali dengan penerima rangsangan berupa :a. mata faset (majemuk)b. antenac. alat pembuat suara (misalnya pada Orthoptera dan Hemiptera) dan alat pendengar.

d. alat yang menimbulkan cahaya (kunang-kunang)

Sistem ekskresi Pengeluaran zat sisa melalui pembuluh Malpighi.
Sistem reproduksi Insecta kadang-kadang mengalami partenogenesis maupun paedogenesis. Partenogenesis ialah perkembangan embrio tanpa dibuahi oleh spermatozoid, misalnya lebah. Sedangkan paedogenesis ialah partenogenesis yang berlangsung di tubuh larva, misalnya Diptera.Dalam perkembangan menuju dewasa, Insecta mengalami perubahan bentuk luar dan dalam dari fase telur ke tingkat dewasa yang disebut metamorfosis. Fertislisasinya internal, artinya pembuahan sel telur pleh spermatozoid berlangsung di dalam tubuh induk betina.

 

Sistem Pernapasan Insecta

Sistem Pernapasan Insecta

 

Sistem Pencernaan Insecta

Sistem Pencernaan Insecta

 

Struktur Tubuh Insecta

 

B. Klasifikasi Insecta

Serangga dalam perkembangannya menuju dewasa mengalami metamorfosis. Metamorfosis adalah perubahan bentuk serangga mulai dari larva sampai dewasa. Adapula serangga yang selama hidupnya tidak pernah mengalami metamorfosis, misal kutu buku (Episma saccharina). Berdasarkan ada atau tidaknya sayap, Insecta dibedakan menjadi dua (2) subkelas, yaitu Apterygota (tak bersayap) dan Pterygota (bersayap). Berdasarkan metamorfosisnya, serangga dibedakan atas dua kelompok, yaitu: Hemimetabola dan Holometabola.

 

Hemimetabola

Hemimetabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak sempurna. Dalam daur hidupnya Hemimetabola, serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut:

  1. Telur
  2. Nimfa, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga muda mengalami pergantian kulit.
  3. Imago (dewasa), ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan serta sayapnya.

Kelompok Hemimetabola meliputi beberapa ordo, antara lain:
1. Archyptera atau Isoptera
2. Orthoptera
3. Odonata
4. Hemiptera
5. Homoptera
 

Sebagai contoh adalah daur hidup dari belalang. Pelajarilah gambar di bawah ini !

Daur Hidup Belalang

 

Berikut pelajarilah uraian ordo-ordo tersebut satu persatu dan dimuali dari ordo Archyptera/Isoptera.

1.    Ordo Archyptera atau Isoptera

Ciri-ciri ordo Archyptera:

  • Metamorfosis tidak sempurna.
  • Mempunyai satu pasang sayap yang hampir sama bentuknya. Kedua sayap tipis seperti jaringan.
  • Tipe mulut menggigit. Contoh: Reticulitermis flavipes (rayap atau anai-anai)

Keterangan:

Pada rayap terjadi polimorfisme, artinya di dalam satu spesies terdapat bermacam-macam bentuk dengan tugas yang berbeda. Rayap hidup berkoloni, dalam koloni ini terjadi pembagian tugas kerja, yaitu:

  • Ratu, yakni laron (rayap betina fertil). Biasanya tubuh gemuk dan tugasnya adalah bertelur.
  • Raja, yaitu laron (rayap jantan fertil), tugasnya melestarikan keturunan.
  • Serdadu, rayap yang bertugas mempertahankan sarang dan koloni dari gangguan hewan lain.
  • Pekerja, rayap yang bertugas memberi makan ratu dan raja, serta menjaga sarang dari kerusakan. Sifat rayap pekerja dan rayap serdadu bersifat steril.

Perhatikan perkembangan rayap dari telur sampai dewasa pada bagan berikut ini!

Daur Hidup Rayap

 

2.  Ordo Orthoptera (serangga bersayap lurus)

Ciri-ciri ordo Orthoptera:

  • Memiliki satu pasang sayap, sayap depan lebih tebal dan sempit disebut tegmina. Sayap belakang tipis berupa selaput. Sayap digunakan sebagai penggerak pada waktu terbang, setelah meloncat dengan tungkai belakangnya yang lebih kuat dan besar.
  • Hewan jantan mengerik dengan menggunakan tungkai belakangnya pada ujung sayap depan, untuk menarik betina atau mengusir saingannya.
  • Hewan betinanya mempunyai ovipositor pendek dan dapat digunakan untuk meletakkan telur.
  • Tipe mulutnya menggigit.

Contoh :

  • Belalang (Dissostura sp)
  • Belalang ranting (Bactrocoderma aculiferum)
  • Belalang sembah (Stagmomantis sp)
  • Kecoak (Blatta orientalis)
  • Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)
  • Jangkrik (Gryllus sp)

 

Belalang Sembah

Belalang Sembah

Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)

Gangsir tanah (Gryllotalpa sp)

 

3.  Ordo Odonata

Ciri-ciri Ordo Odonata:

  • Mempunyai dua pasang sayap
  • Tipe mulut mengunyah
  • Metamorfosis tidak sempurna
  • Terdapat sepasang mata majemuk yang besar
  • Antenanya pendek
  • Larva hidup di air
  • Bersifat karnivora

Contohnya :

  • Capung (Aeshna sp)
  • Capung besar (Epiophlebia)

 

4.    Ordo Hemiptera (bersayap setengah)

 Ciri-ciri Hemiptera :

  • Mempunyai dua pasang sayap, sepasang tebal dan sepasang lagi seperti selaput.
  • Tipe mulut menusuk dan mengisap
  • Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya :

  • Walang sangit (Leptocorixa acuta)
  • Kumbang coklat (Podops vermiculata)
  • Kutu busuk (Eimex lectularius)
  • Kepinding air (Lethoverus sp)

Kutu Busuk Pengisap Darah

 

1.    Ordo Homoptera (bersayap sama)

Ciri-ciri Homoptera :

  • Tipe mulut mengisap
  • Mempunyai dua pasang sayap
  • Sayap depan dan belakang sama, bentuk transparan.
  • Metamorfosis tidak sempurna.

Contohnya :

  • Tonggeret (Dundubia manifera)
  • Wereng hijau (Nephotetix apicalis)
  • Wereng coklat (Nilapervata lugens)
  • Kutu kepala (Pediculushumanus capitis)
  • Kutu daun (Aphid sp)

Kutu dan Togeret

Aphid Daun

Aphid Daun

 

Holometabola

Holometabola yaitu serangga yang mengalami metamorfosis sempurna. Dalam daur hidupnya Holometabola, serangga mengalami tahapan perkembangan sebagai berikut: telur –> larva (ulat) –> kepompong (pupa) –> hewan dewasa (imago). Larva adalah hewan muda yang bentuk dan sifatnya berbeda dengan dewasa. Pupa adalah kepompong dimana pada saat itu serangga tidak melakukan kegiatan, pada saat itu pula terjadi penyempurnaan dan pembentukan organ. Imago adalah fase dewasa atau fase perkembangbiakan.

Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu, perhatikan film dibawah ini !

 

Berdasarkan ciri sayap dan alat mulutnya, kelompok Holometabola ini meliputi 6 ordo, yaitu ordo:

1. Neuroptera
2. Lepidoptera
3. Diptera
4. Coleoptera
5. Siphonoptera
6. Hymenoptera

Selanjutnya pelajarilah uraian tiap-tiap ordo dan dimulai dengan ordo Neuroptera.

1.    Ordo Neuroptera (serangga bersayap jala)

Ciri serangga ini adalah mulut menggigit, dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk seperti jala. Contoh: undur-undur – metamorfosis sempurna (siklus hidupnya: telur, larva,pupa (kepompong), imago)

Undur-undur

Undur-undur

 

Undur-undur Bersayap

Undur-undur Bersayap

2.    Ordo Lepidoptera (bersayap sisik)

Ciri-ciri ordo Lepidoptera:

  • Mempunyai 2 pasang sayap yang dilapisi sisik.
  • Metamorfosis sempurna, yaitu memiliki siklus hidup: telur – larva – kepompong (pupa) – imago
  • Pupa pada Lepidoptera dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
  1. Pupa mummi: bagian badan kepompong terlihat dari luar
  2. Pupa kokon, bagian tubuh pupa terlindung kokon.
  • Tipe mulut mengisap dengan alat penghisap berupa belalai yang dapat dijulurkan.

Ordo Lepidoptera dibagi menjadi 2 sub ordo:

a.    Sub ordo Rhopalocera (kupu-kupu siang)

Contohnya:

  • Hama kelapa (Hidari irava)
  • Hama daun pisang (Erlonata thrax)
  • Kupu-kupu pastur (Papiliomemnon)
  • Kupu sirama-rama (Attacus atlas)

b.    Sub ordo Heterocera (kupu-kupu malam)

Sering juga disebut ngengat. Hidup aktif pada malam hari. Jika hinggap kedudukan sayap mendatar membentuk otot.

Contohnya:

  • Ulat tanah (Agrotis ipsilon)
  • Ulat jengkol (Plusia signata)
  • Kupu ulat sutra (Bombyx mori)
Kupu sirama-rama (Attacus atlas)

Kupu sirama-rama (Attacus atlas)

Kupu ulat sutra (Bombyx mori)

Kupu ulat sutra (Bombyx mori)

 

3.    Ordo Diptera (serangga bersayap dua buah/sepasang)

Ciri-ciri ordo Diptera:

  • Mempunyai sepasang sayap depan, dan satu pasang sayap belakang berubah menjadi alat keseimbangan yang disebut halter.
  • Mengalami metamorfosis sempurna.
  • Tipe mulut ada yang menusuk dan mengisap atau menjilat dan mengisap, membentuk alat mulut seperti belalai disebut probosis.

Contohnya:

  • Lalat (Musca domestica)
  • Nyamuk biasa (Culex natigans). Larvanya tegak dengan permukaan air, jika hinggap tidak menungging.
  • Nyamuk Anopheles (vektor penyakit malaria). Larvanya sama rata dengan permukaan air, jika hinggap menungging.
  • Aedes aegypti (inang virus demam berdarah). Larvanya berkedudukan tegak di permukaan air.
Gambar : (a) lalat rumah (b) lalat Tzetze (c) nyamuk kecil (d) nyamuk

Gambar : (a) lalat rumah (b) lalat Tzetze (c) nyamuk kecil (d) nyamuk

Lalat Tzetze

Lalat Tzetze

 

Untuk membedakan nyamuk Culex, Anopheles dan Aedes perhatikan gambar berikut ini !

Perbedaan Nyamuk

 

4.    Ordo Coleoptera (bersayap perisai)

Ciri-ciri ordo Coleoptera:

  • Mempunyai dua pasang sayap.
  • Sayap depan keras, tebal dan mengandung zat tanduk disebut dengan elitra, sayap belakang seperti selaput.
  • Mengalami metamorfosis sempurna.
  • Tipe mulut menggigit.

Contoh:

  • Kumbang kelapa (Orytec rhynoceros) menyerang pucuk kelapa, pakis, sagu, kelapa sawit dan lain-lain.
  • Kumbang buas air (Dystisticus marginalis)
  • Kumbang beras (Calandra oryzae)

Kumbang

 

1.    Ordo Siphonoptera (bangsa pinjal)

Ciri-ciri ordo Siphonoptera :

  • Serangga ini tidak bersayap, kaki sangat kuat dan berguna untuk meloncat.
  • Mempunyai mata tunggal.
  • Tipe mulut mengisap.
  • Segmentasi tubuh tidak jelas (batasan antara kepala – dada dan perut tidak jelas).
  • Metamorfosis sempurna.

Contoh:

  • Pinjal manusia (Pubex irritans).
  • Pinjal anjing (Ctenocephalus canis).
  • Pinjal kucing (Ctenocephalus felis).
  • Pinjal tikus (Xenopsylla cheopis), pinjal pada tikus dapat menularkan kuman pes / sampar.
Pinjal kucing (Ctenocephalus felis)

Pinjal kucing (Ctenocephalus felis)

 

6.    Ordo Hymenoptera (bersayap selaput)

Ciri-ciri ordo Hymenoptera :

  • Mempunyai dua pasang sayap, tipis seperti selaput.
  • Tipe mulut menggigit dan menjilat.

Contoh:

  • Apis indica (lebah madu, biasa dipelihara manusia)
  • Apis dorsata (lebah madu yang hidup di lubang kayu)
  • Apis melifera (lebah madu terbesar, biasa disebut lebah gung)
  • Oecophyla smaragdina (semut rangrang)

tawon

 

Lebah dan semut mempunyai sifat polimorfisme, yaitu adanya beberapa bentuk tubuh khusus sesuai dengan tugas yang diemban dalam suatu kehidupan sosial masyarakatnya. Pembagian tugas dalam masyarakat Hymenoptera adalah sebagai berikut :

  1. Ratu, hewan betina fertil tugasnya bertelur.
  2. Raja, hewan jantan terjadi karena partenogenesis (telur yang tak dibuahi oleh sperma jantan) dan bertugas mengawini ratu. Setelah kawin lebah jantan diusir dari sarang dan kemudian mati. Sementara itu ratu telah menyimpan spermatozoid di dalam spermateka.
  3. Pekerja, adalah betina mandul yang berasal dari telur yang dibuahi sperma. Tugasnya menyediakan makanan, memberi makan larva ratu, membuat sarang dan membersihkan sarang.

 

 

C. Peranan Insecta dalam Kehidupan

Seperti halnya hewan-hewan invertebrata lainnya, insecta pun ada yang menguntungkan dan ada pula yang merugikan, diantaranya adalah:

Insecta yang menguntungkan :

  1. Insecta terutama golongan kupu-kupu dan lebah sangat membantu para petani karena dapat membantu proses penyerbukan pada bunga.
  2. Insecta dibudidayakan karena dapat menghasilkan madu. Misal: lebah madu (Apis mellifera).
  3. Dalam bidang industri, kupu-kupu, ulat sutera membuat kepompong yang dapat menghasilkan sutra (contoh: Bombix mori).
  4. Untuk dimakan, misal laron, gangsir dan larva lebah (tempayak) yang dapat diperoleh secara musiman.
  5. Merupakan mata rantai makanan yang amat penting bagi kehidupan.
  6. Beberapa Insecta tanah berperan sebagai “traktor alami”.

Beberapa insecta yang merugikan antara lain :

  1. Menularkan beberapa macam bibit penyakit seperti tifus, kolera dan disentri oleh lalat dan kecoak. Penyakit demam berdarah dan malaria di sebarkan oleh nyamuk.
  2. Merusak tanaman budidaya manusia, misal: belalang, kumbang kelapa, ulat.
  3. Menyebabkan penyakit pada tanaman, misal: Nilapervata lugens (wereng) menyebabkan penyakit virus tungro, belalang (walang sangit) yang mengisap cairan biji padi muda sehingga tanaman padi menjadi puso.
  4. Parasit pada manusia (mengisap darah), misal: nyamuk, kutu kepala dan kutu busuk.
  5. Merusak bahan makanan yang disimpan (tepung, kedelai) oleh berbagai Coleoptera, misal: kumbang beras, kepik.
  6. Serangga banyak yang hidup parasit pada ternak maupun ikan.
  7. Dapat merusak bahan bangunan, misal: kumbang kayu dan rayap.

 

.:  BIOLAB : ” PENGAMATAN BELALANG ” :.

Setelah Anda mempelajari manfaat serangga bagi kehidupan manusia, untuk lebih mengenal struktur dan fungsi bagian-bagian tubuh serangga sebagai contoh belalang, marilah kita lakukan kegiatan pengamatan. Lakukan pengamatan ini bersama teman-temanmu di sekolah (laboratorium), sebelumnya siapkan alat dan bahannya sebagai berikut.

ALAT BAHAN
1. gunting 1. NaOH 10%
2. lup (kaca pembesar) 2. belalang
3. pinset 3. eter/kloroform
4. jarum pentul  
5. tabung reaksi  
6. cawan petri  
7. pembakar spirtus  
8. penjepit tabung reaksi  

 

Adapun langkah-langkah kerjanya adalah:

  1. Matikan belalang dengan menggunakan eter/kloroform.
  2. Amati ketiga pasang kaki belalang tersebut, kemudian gambarkan lengkap dengan keterangan.
  3. Dengan menggunakan lup/kaca pembesar amati dan gambarkan struktur mata facet belalang.
  4. Amati bagian mulut dengan:
    1. memotong kepala belalang dengan menggunakan gunting tepat di leher
    2. masukkan kepala tersebut ke dalam larutan NaOH 10% dalam tabung reaksi.
    3. masukkan jarum pentul untuk menahan goncangan,
    4. panaskan larutan NaOH, usahakan jangan sampai meluap,
    5. bila kepala belalang telah tenggelam ke dasar tabung reaksi, hentikan pemanasan
    6. angkat lalu cucilah kepala belalang tersebut dengan air,
    7. gunakan jarum pentul (ditusukkan) pada kepala belalang, amati dengan kaca pembesar (loupe),
    8. cocokkan bagian itu dengan gambar (A).
  5. Amatilah ruas terakhir perut belalang, lalu bandingkan dengan gambar (B).
  6. Buatlah laporan penelitian Anda sesuai dengan sistematika laporan kerja ilmiah !

Bio Lab

 

.: SOAL :.

Setelah Anda mengamati belalang sebagai salah satu contoh dari Insecta, cobalah Anda jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk menguji kompetensi Anda mengenai pelajaran Insecta !

  1. Sebutkan ciri-ciri umum dari hewan yang temasuk kelas Insecta !?
  2. Jelaskan tipe-tipe mulut dari Insecta disertai contoh hewannya masing-masing !
  3. Jelaskan perbedaan metamorfosis sempurna dengan metamorfosis tidak sempurna disertai contoh hewannya !
  4. Sebutkan peranan Insecta bagi kehidupan manusia !
  5. Jelaskan peranan Insecta dalam kaitannya dengan sains, lingkungan, teknologi dan masyarakat !?




MYRIAPODA

13 05 2009

Myriapoda adalah gabungan dari kelas Chilopoda dan Diplopoda dengan tubuh beruas-ruas dan setiap ruas mempunyai satu pasang atau dua pasang kaki. Tubuh dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu kepala dan abdomen (perut). Hewan ini banyak dijumpai di daerah tropis dengan habitat di darat terutama tempat yang banyak mengandung sampah, misal kebun dan di bawah batu-batuan.

A. Ciri-Ciri Myriapoda

1). Struktur dan Fungsi Tubuh

Tubuh terdiri atas kepala (cephalo) dan perut (abdomen) tanpa dada (toraks), dan beruas-ruas, terdiri atas ± 10 hingga 200 segmen. Dibagian kepala terdapat satu pasang antena sebagai alat peraba dan sepasang mata tunggal (ocellus). Penambahan jumlah segmen terjadi pada tiap pergantian kulit.

Alat gerak pada kelompok hewan Chilopoda adalah satu pasang kaki di tiap segmen perut kaki, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang kaki pada tiap segmen perut, kecuali segmen terakhirnya. Eksoskeleton terdiri dari kulit keras dari zat kitin yang berfungsi melindungi alat-alat dalam, tempat melekatnya otot dan memberi bentuk tubuh. Zat kitin tidak larut dalam air, alkohol, alkalis, asam maupun getah pencernaan hewan lain. Kulit kitin yang tipis terletak pada perbatasan antara dua segmen, yaitu di bawah kulit kitin yang tebal. Dengan adanya kulit kitin yang tipis inilah maka hewan ini dapat bergerak leluasa. Kulit kitin ini mengalami eksdisis.

2). Sistem Organ Myriapoda

Sistem Organ

Keterangan

Sistem pencernaan Saluran pencernaannya lengkap dan mempunyai kelenjar ludah. Chilopoda bersifat karnivor dengan gigi beracun pada segmen pertama, sedangkan Diplopoda bersifat herbivor, pemakan sampah dan daun-daunan.
Sistem respirasi Organ pernapasan berupa satu pasang trakea berspirakel yang terletak di kanan kiri setiap ruas, kecuali pada Diplopoda terdapat dua pasang di tiap ruasnya.
Sistem peredaran darah Sistem peredaran darahnya bersifat terbuka. Organ transportasiberupa jantung yang panjang dan terletak memanjang di bagian punggung tubuh. Pada Chilopoda terdapat sepasang ostium di tiap segmen, sedangkan pada Diplopoda terdapat dua pasang ostium di tiap segmen. Darah tidak berwarna merah karena tidak mengandung hemoglobin (Hb), melainkan hemosianin yang larut dalam plasma. Dari jantung darah dipompa ke dalam arteri ke tiap segmen, dan kembali ke jantung lewat hemosoel (rongga tubuh yang mengambil bagian dalam peredaran darah).
Sistem ekskresi Organ ekskresi berupa dua pasang pembuluh Malpighi yang bertugas mengeluarkan cairan yang mengandung unsur Nitrogen (N).
Sistem syaraf Sistem syarafnya disebut syaraf tangga tali dengan alat penerima rangsang berupa satu pasang mata tunggal dan satu pasang antena sebagai alat peraba.
Sistem reproduksi Reproduksi secara seksual, yaitu dengan pertemuan ovum dan sperma (fertilisasi internal). Myriapoda ada yang vivipar dan ada yang ovipar.

B. Klasifikasi Myriapoda

Dalam penggolongannya Myriapoda merupakan gabungan dari dua subkelas, yakni:

  1. Sub Kelas Chilopoda
  2. Sub Kelas Diplopoda

 

Kelas Chilopoda

Contoh: kelabang : Lithobius forticatus dan Scolopendra morsitans.

Ciri-cirinya :

 

  • Tubuh agak gepeng, terdiri atas kepala dan badan yang beruas-ruas (15 –173 ruas). Tiap ruas memiliki satu pasang kaki, kecuali ruas (segmen) di belakang kepala dan dua segmen terakhirnya. Pada segmen di belakang kepala terdapat satu pasang “taring bisa” (maksiliped) yang berfungsi untuk membunuh mangsanya. Pada kepala terdapat sepasang antena panjang yang terdiri atas 12 segmen, dua kelompok mata tunggal dan mulut. Hewan ini memangsa hewan kecil berupa insecta, mollusca, cacing dan binatang kecil lainnya, sehingga bersifat karnivora.
  • Alat pencernaan makanannya sudah sempurna artinya dari mulut sampai anus. Alat eksresi berupa dua buah saluran malphigi.
  • Respirasi (pernafasan) dengan trakea yang bercabang-cabang dengan lubang yang terbuka hampir pada setiap ruas.
  • Habitat (tempat hidup) di bawah batu-batuan/timbunan tumbuhan yang telah membusuk. Kelas ini sering disebut Sentipede.

 

Kelas Diplopoda

Contoh: kaki seribu (Julus nomerensis)

Ciri-cirinya Diplopoda:

 

  • Tubuh berbentuk silindris dan beruas-ruas (25 – 100 segmen) terdiri atas kepala dan badan. Setiap segmen (ruas) mempunyai dua pasang kaki, dan tidak mempunyai “taring bisa” (maksiliped). Pada ruas ke tujuh, satu atau kedua kaki mengalami modifikasi sebagai organ kopulasi.
  • Pada kepala terdapat sepasang antena yang pendek, dua kelompok mata tunggal.
  • Hidup di tempat yang lembab dan gelap dan banyak mengandung tumbuhan yang telah membusuk.
  • Respirasi dengan trakea yang tidak bercabang.
  • Alat respirasi dua buah saluran Malpighi

 

 

C. Peranan Myriapoda

 

Myriapoda dapat dikatakan tidak memberi keuntungan bagi manusia, bahkan ada beberapa yang dianggap mengganggu meski tidak membahayakan. Namun Myriapoda ternyata mempunyai andil dalam memecah bahan-bahan organik atau serasah untuk membentuk humus. Serasah ialah lapisan daun dan ranting-ranting di dasar hutan atau kebun. Proses penghancuran serasah tidak langsung ditangani mikroorganisme, karena mikroorganisme justru menguraikan kotoran hewan-hewan.

 

 

.: BIOLAB : ” PENGAMATAN PERBEDAAN CHILOPODA DAN DIPLOPODA “

 

Pendekatan ketrampilan proses dan pemecahan masalah.

 

Tujuan :

  • Mengetahui perbedaan morfologi serta perilaku kelabang (lipan) dan keluwing (kaki seribu)

 

Bahan  :

  • 2 ekor keluwing (kaki seribu), 2 ekor kelabang (lipan), 2 buah stoples kaca/plastik transparan, dedaunan, lidi, kloroform, kapas dan papan

 

Cara kerja :

  •  Bius seekor keluwing dan seekor lipan dengan kloroform, setelah terbius letakkan keduanya pada papan. Amati perbedaan keduanya mulai dari kulit, kepala, jumlah ruas, jumlah kaki tiap ruas dan lain sebagainya. Buat tabel berdasarkan pengamatanmu.
  • Masukkan seekor lipan dan seekor keluwing lainnya yang masih hidup ke dalam stoples yang sudah diberi dedaunan di dalamnya. Amati tingkah laku keduanya. Coba beri rangsangan dengan menyentuh atau menusuk pelan tubuh keduanya dengan lidi. Amati perilaku keduanya setelah diberi rangsangan.
  • Catat pengamatan Anda dalam tabel pengamatan.
  • Simpulkan hasil pengamatan Anda dan buat laporan kegiatan ini serta diskusikan dengan teman Anda di kelas.

 

 

.: SOAL :.

 

Setelah Anda melakukan pengamatan diatas, sekarang coba Anda jawab pertanyaan berikut :

  1.  Bagaimanakah penggolongan Myriapoda ?
  2. Jelaskan perbedaan subkelas Chilopoda dan subkelas Diplopoda pada Myriapoda ?
  3. Apa perbedaan kelas Arachnida dan Myriapoda, jelaskan !

 

Download Multimedia Arthropoda





ARACHNIDA

13 05 2009

Anggota Arachnida meliputi kalajengking, laba-laba, tungau atau caplak. Kebanyakan hewan ini bersifat parasit yang merugikan manusia, hewan dan tumbuhan. Arachnida bersifat karnivora sekaligus predator. Tempat hidupnya adalah di darat.

A. Ciri-Ciri Arachnida

1). Struktur dan Fungsi Tubuh

Tubuh bersegmen terdiri atas sefalotoraks serta abdomen yang tak beruas. Di bagian sefalotoraks terdapat organ-organ berikut ini :

  • Empat (4) pasang kaki
  • Delapan (8) buah mata sederhana di bagian depan
  • Satu (1) pasang kalisera (taring pisau mengandung racun berbentuk gunting atau catut untuk melumpuhkan mangsa)
  • Sepasang pedipalpus yang berfungsi sebagai indera, tangan maupun alat untu melakukan kopulasi.
  • Suatu organ di depan anus yang menghasilkan sutera disebut spinerets.

Alat gerak Arachnida berupa empat pasang kaki dan satu pasang pedipalpus untuk memegang makanan.

2). Sistem Organ

Sistem Organ Keterangan
Sistem respirasi Organ respirasi berupa paru-paru buku yang terletak di daerah perut depan
Sistem Pencernaan Makanan ditangkap dengan jaring tepi dan ada pula yang diisap dari inangnya oleh Arachnida yang hidup sebagai parasit. Alat pencernaan makanan berturut-turut mulai dari mulut –> perut –> usus halus –> usus besar –> kantung –> feses –> anus. Alat pencernaan dilengkapi dengan 5 pasang usus buntu yang terletak dibagian depan dan hati di bagian abdomen.
Sistem peredaran darah Sistem peredaran darahnya terbuka dan menggunakan jantung pembuluh serta arteri. Jantung pembuluh terdiri dari kantung otot yang memiliki ostium di setiap ruas
Sistem syaraf Sistem syarafnya berupa persatuan ganglion-ganglion yang disebut sistem syaraf tangga tali.
Alat indera Alat indera terdiri atas delapan buah mata sederhana dan sepasang pedipalpus yang fungsinya mirip antena.
Sistem reproduksi Reproduksi terjadi secara seksual, yaitu dengan persatuan ovum dan sperma yang terjadi dalam tubuh betinanya (fertilisasi internal). Hewan jantan dan betina terpisah (diesis). Ada yang ovipar, ovovivipar dan vivipar.

 

 

1)  Scorpionida

Contohnya:

  • Kalajengking (Vejovis sp, Hadrurus sp, Centrurus sp)
  • Ketonggeng (Buthus)

Hewan ini memiliki perut beruas-ruas dan ruas terakhir berubah menjadi alat pembela diri.

2)  Arachnoida

Contohnya adalah segala macam laba-laba, antara lain :

  • Laba-laba jaring kubah (terdapat di Bostwana, Afrika Selatan)
  • Laba-laba primitif Liphistius (di rimba Asia Tenggara)
  • Laba-laba penjerat (di Malaysia)
  • Laba-laba pemburu (di Meksiko)
  • Laba-laba srigala
  • Laba-laba beracun Latrodectes natans dan Laxosceles reclusa
  • Tarantula (Rhechostica hentz)

3)  Aracina

Acarina dipelajari dalam Acarologi, contohnya:

  • Caplak kudis (Sacroptes scabiei)
  • Caplak unggas (Dermanyssus)
  • Caplak sapi (Boophilus annulatus)
  • Tungau (Dermacentor sp.)

  Ciri khas yang terdapat pada tubuh hewan ini adalah tubuh tidak berbuku-buku, umumnya parasit pada burung dan mamalia termasuk manusia. Daur hidupnya mengalami 4 fase, yaitu telur –> larva –> nimfa –> dewasa.

Macam-Macam Caplak

C. Peranan Arachnida

Arachnida bermanfaat untuk pengendalian populasi serangga terutama serangga hama. Akan tetapi hewan ini juga banyak hewan ini juga banyak merugikan manusia terutama hewan Acarina misalnya:

  • Caplak menyebabkan gatal atau kudis pada manusia
  • Psoroptes equi menyebabkan kudis pada ternak domba, kelinci, kuda.
  • Ododectes cynotis (tungau kudis telinga) menyerang anjing dan kucing.

 

Download Multimedia Arthropoda





CRUSTACEA

13 05 2009

Dalam bahasa Latin, crusta berarti cangkang. Crustacea disebut juga hewan bercangkang. Telah dikenal kurang lebih 26.000 jenis Crustacea yang paling umum adalah udang dan kepiting. Habitat Crustacea sebagian besar di air tawar dan air laut, hanya sedikit yang hidup di darat.

A. Ciri- Ciri Crustacea

1). Struktur dan Fungsi Tubuh

Tubuh Crustacea bersegmen (beruas) dan terdiri atas sefalotoraks (kepala dan dada menjadi satu) serta abdomen (perut). Bagian anterior (ujung depan) tubuh besar dan lebih lebar, sedangkan posterior (ujung belakang)nya sempit. Pada bagian kepala terdapat beberapa alat mulut, yaitu:

  • 2 pasang antenna
  • 1 pasang mandibula, untuk menggigit mangsanya
  • 1 pasang maksilla
  • 1 pasang maksilliped

Maksilla dan maksiliped berfungsi untuk menyaring makanan dan menghantarkan makanan ke mulut. Alat gerak berupa kaki (satu pasang setiap ruas pada abdomen) dan berfungsi untuk berenang, merangkak atau menempel di dasar perairan.

Cobalah perhatikan gambar di atas! coba Anda tunjukkan organ struktur tubuh pada bagian kepala – dada dan perut.

2). Sistem Organ

Sistem Organ

Keterangan

Sistem pencernaan makanan Makanannya berupa bangkai atau tumbuhan dan hewan lain. Namun ada juga yang bersifat parasit pada organisme lain. Alat pencernaannya terdiri atas tiga bagian, yaitu :

a. Tembolok

b. Lambung otot

c. Lambung kelenjar

Di dalam perut Crustacea terdapat gigi-gigi kalsium yang teratur berderet secara longitudinal. Selain gigi kalsium ini terdapat pula batu-batu kalsium gastrolik yang berfungsi mengeraskan eksoskeleton (rangka luar) setelah terjadi eksdisis (penegelupasan kulit). Urutan pencernaan makanannya dimulai dari mulut, kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus dan anus. Hati (hepar) terletak di dekat lambung. Sisa-sisa metabolisme tubuh diekskresikan lewat kelenjar hijau.

Sistem peredaran darah Sistem peredaran darah Crustacea disebut peredaran darah terbuka karena beredar tanpa melelui pembuluh darah. Darah tidak mengandung hemoglobin (Hb) melainkan hemosianin yang daya ikatnya terhadap oksigen rendah.
Sistem respirasi / pernapasan Crustacea bernapas umumnya dengan insang, kecuali yang bertubuh sangat kecil dengan seluruh permukaan tubuhnya dan memiliki sebuah jantung untuk memompa darah.
Alat indera dan sistem syaraf Alat indera berupa sepasang mata majemuk (faset) bertangkai yang berkembang dengan baik. Alat pencium dan peraba berupa dua pasang antena. Sistem syarafnya berupa tangga tali. Pada sistem syarafnya terjadi pengumpulan dan penyatuan ganglion dan dari pasangan-pasangan ganglion keluar syaraf yang menuju ke tepi.
Sistem reproduksi Sistem reproduksinya bersifat diesis (berkelamin satu). Pembuahan terjadi secara eksternal. Telur menetas menjadi larva yang sangat kecil, berkaki tiga pasang dan bersilia.

 

 

 

B. Klasifikasi Crustacea

Berdasarkan ukuran tubuhnya Crustacea dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Entomostraca (udang tingkat rendah). Hewan ini dikelompokkan menjadi empat ordo, yaitu:
  1. Branchiopoda
  2. Ostracoda
  3. Copecoda
  4. Cirripedia

 

  1. Malakostraca (udang tingkat tinggi). Hewan ini dikelompokkan dalam tiga ordo, yaitu:
  1. Isopoda
  2. Stomatopoda
  3. Decapoda

  

Entomostraca (udang tingkat rendah)

Kelompok Entomostraca umumnya merupakan penyusun zooplankton, adalah melayang-layang di dalam air dan merupakan makanan ikan.

Adapun pembagian Entromostaca antara lain :

1. Branchiopoda
Contoh: Daphnia pulex dan Asellus aquaticus. Hewan ini sering disebut kutu air dan merupakan salah satu penyusun zooplankton. Pembiakan berlangsung secara parthenogenesis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2. Ostracoda
Contoh: Cypris candida, Codona suburdana. Hidup di air tawar dan laut sebagai plankton, tubuh kecil dan dapat bergerak dengan antena.

3. Copepoda
Contoh: Argulus indicus, Cyclops. Hidup di air laut dan air tawar, dan
merupakan plankton dan parasit, segmentasi tubuhnya jelas.

 

4. Cirripedia
Contoh: Lepas atau Bernakel, Sacculina. Tubuh dengan kepala dan dada ditutupi karapaks berbentuk cakram dan hidup di laut melekat pada batu atau benda lain. Cirripedia ada yang bersifat parasit. Cara hidup Cirripedia beraneka ragam. Salah satu diantaranya adalah Bernakel yang terdapat pada dasar kapal, perahu dan tiang-tiang yang terpancang di laut atau mengapung di laut.

 

 

 Malacostraca (udang tingkat tinggi)

Hewan ini kebanyakan hidup di laut, adapula yang hidup di air tawar. Tubuhnya terdiri atas sefalotoraks yaitu kepala dan dada yang bersatu serta perut (abdomen). Malakostraca dibagi menjadi 3 ordo, yaitu Isopoda, Stomatopoda dan Decapoda.

  1. Isopoda
    Tubuh pipih, dorsiventral, berkaki sama.

Contoh:

- Onicus asellus (kutu perahu)

- Limnoria lignorum

Keduanya adalah pengerek kayu.

  1. Stomatopoda

Contoh: Squilla empusa (udang belalang). Hidup di laut, bentuk tubuh mirip belalang sembah dan mempunyai warna yang mencolok. Belakang kepala mempunyai karapaks. Kepala dilengkapi dengan dua segmen anterior yang dapat bergerak, mata dan antena.

  1. Decapoda (si kaki sepuluh)

Yang termasuk ordo ini adalah udang dan ketam. Hewan ini mempunyai sepuluh kaki dan merupakan kelompok udang yang sangat penting peranannya bagi kehidupan manusia. Decapoda banyak digunakan sebagai sumber makanan yang kaya dengan protein. Contohnya adalah udang, kepiting, ketam dan rajungan. Kepala – dada menjadi satu (cephalothorax) yang ditutupi oleh karapaks. Tubuh mempunyai 5 pasang kaki atau sepuluh kaki sehingga disebut juga hewan si kaki sepuluh. Hidup di air tawar, dan beberapa yang hidup di laut.

Beberapa contoh Decapoda berikut uraiannya, yaitu:

1)    Udang :

  • Penacus setiferus (udang windu), hidup di air payau, enak dimakan dan banyak dibudidayakan.
  •  Macrobrachium rasenbengi (udang galah), enak dimakan, hidup di air tawar dan payau.
  • Cambarus virilis (udang air tawar)
  • Panulirus versicolor (udang karang), hidup di air laut dan tidak memiliki kaki catut.
  • Palaemon carcinus (udang sotong)

2)    Ketam

  • Portunus sexdentatus (kepiting)
  • Neptunus peligicus (rajungan) / Pagurus sp.
  • Parathelpusa maculata (yuyu)
  • Scylla serrata (kepiting)
  • Birgus latro (ketam kenari)

 

 C. Peranan Crustacea bagi Kehidupan Manusia

Jenis Crustacea yang menguntungkan manusia dalam beberapa hal, antara lain:

  1. Sebagai bahan makanan yang berprotein tinggi, misal udang, lobster dan kepiting.
  2. Dalam bidang ekologi, hewan yang tergolong zooplankton menjadi sumber makanan ikan, misal anggota Branchiopoda, Ostracoda dan Copepoda.

Sedangkan beberapa Crustacea yang merugikan antara lain:

  1. Merusak galangan kapal (perahu) oleh anggota Isopoda.
  2. Parasit pada ikan, kura-kura, misal oleh anggota Cirripedia dan Copepoda.
  3. Merusak pematang sawah atau saluran irigasi misalnya ketam.

.:  PENGAMATAN PERBEDAAN HEWAN KELOMPOK CRUSTACEA :.

Amati perbedaan gambar pada masing-masing hewan di bawah ini

Masukkan data pengamatan Anda pada tabel di bawah ini :

Karakteristik

Hewan

Lobster

Udang

Kepiting

Tubuh beruas-ruas      
Tubuh dapat dibedakan atas kepala, dada dan perut      
Tubuh terdiri atas sefalotoraks (kepala bersatu dengan dada) dan perut      
Pada kepala terdapat      
Pada dada terdapat      
Pada abdomen terdapat      
Letak kaki      
Jumlah kaki      
Alat gerak      
Keadaan, letak dan jumlah selliped      
Kulit luar (eksoskeleton)      

.: SOAL :.

1. Sebutkan ciri-ciri hewan kelas Crustacea !

2. Jelaskan klasifikasi Crustacea dan berilah contohnya masing-masing !

3. Apa perbedaan antara Entromostraca dan Malacostraca !?

3. Sebutkan peranan Crustacea baik yang menguntungkan maupun yang merugikan !

.:  PENGAMATAN PERBEDAAN HEWAN KELOMPOK CRUSTACEA :.

Amati perbedaan gambar pada masing-masing hewan di bawah ini

 

Masukkan data pengamatan Anda pada tabel di bawah ini :

Karakteristik

Hewan

Lobster

Udang

Kepiting

Tubuh beruas-ruas      
Tubuh dapat dibedakan atas kepala, dada dan perut      
Tubuh terdiri atas sefalotoraks (kepala bersatu dengan dada) dan perut      
Pada kepala terdapat      
Pada dada terdapat      
Pada abdomen terdapat      
Letak kaki      
Jumlah kaki      
Alat gerak      
Keadaan, letak dan jumlah selliped      
Kulit luar (eksoskeleton)      

.: SOAL :.

  1. Sebutkan ciri-ciri hewan kelas Crustacea !
  2. Jelaskan klasifikasi Crustacea dan berilah contohnya masing-masing !
  3. Apa perbedaan antara Entromostraca dan Malacostraca !?
  4.  Sebutkan peranan Crustacea baik yang menguntungkan maupun yang merugikan !




SEKILAS ARTHROPODA

13 05 2009
Peripatus

Peripatus

Hampir 90% dari seluruh jenis hewan yang diketahui orang adalah Arthropoda. Arthropoda dianggap berkerabat dekat dengan Annelida, contohnya adalah Peripatus di Afrika Selatan. Hewan ini adalah jenis cacing beludru yang dapat dianggap setengah cacing dan setetngah Arthropoda. Lihat gambar disamping.

Arthropoda berasal dari kata arthron yang berarti ruas dan podos yang berarti kaki. Hewan yang termasuk filum ini mempunyai kaki yang beruas-ruas. Misalnya udang, kepiting, laba-laba dan kaki seribu.

A. Ciri-ciri umum Arthropoda :

ý     Tubuh beruas-ruas terdiri atas kepala (caput), dada (toraks) dan perut (Abdomen)

ý     Bentuk tubuh bilateral simetris, triploblastik, terlindung oleh rangka luar dari kitin.

ý     Alat pencernaan sempurna, pada mulut terdapat rahang lateral yang beradap- tasi untuk mengunyah dan mengisap. Anus terdapat di bagian ujung tubuh.

ý     Sistem peredaran darah terbuka dengan jantung terletak di daerah dorsal (punggung) rongga tubuh.

ý     Sistem pernafasan: Arthropoda yang hidup di air bernafas dengan insang, sedangkan yang hidup di darat bernafas dengan paru-paru buku atau permukaan kulit dan trakea.

ý     Sistem saraf berupa tangga tali. Ganglion otak berhubungan dengan alat indera.

ý     Arthropoda memiliki alat indera seperti antena yang berfungsi sebagai alat peraba, mata tunggal (ocellus) dan mata majemuk (facet), organ pendengaran (pada insecta) dan statocyst (alat keseimbangan) pada Curstacea.

ý     Alat eksresi berupa coxal atau kelenjar hijau, saluran Malpighi.

ý     Alat reproduksi, biasanya terpisah. Fertilisasi kebanyakan internal (di dalam tubuh).

B.   Klasifikasi Arthropoda

Berdasarkan ciri-ciri yang dimilikinya, Arthropoda diklasifikasikan menjadi 4 kelas :

  1. Crustacea atau udang-udangan
  2. Arachnida atau laba-laba
  3. Myriapoda atau lipan (kaki seribu)
  4. Insecta atau Hexapoda (serangga)
Kelas pada Arthropoda

Kelas pada Arthropoda

Untuk dapat memahami klasifikasi Arthropoda secara menyeluruh, perhatikan bagan berikut ini.

Berikut bagan klasifikasi insecta

 

.: PERBEDAAN ANTAR KELAS ARTHROPODA :.

Perbedaan dari masing-masing kelas akan dijelaskan berikut ini. Perhatikan tabelnya!

CIRI

KELAS

1. Crustacea

2. Arachnida

3. Myriapoda

4. Insecta

Tubuh
a. Mempunyai rangka yang keras
b. Terdiri atas 2 bagian : kepala-dada dan perut

 

Terdiri atas 2 bagian : kepala-dada dan perut
a. Chilopoda: kepala dan badan gepeng (dorso ventra)
b. Diplopoda : kepala dan badan silindris

 

Terdiri atas kepala, dada dan abdomen (perut)
Kaki 1 pasang pada setiap segmen tubuh 4 pasang pada kepala – dada 1 pasang atau 2 pasang pada setiap ruas 3 pasang pada dada atau tidak ada
Sayap Tidak ada Tidak ada Tidak ada 2 pasang atau tidak ada
Antena 2 pasang Tidak ada
a. Chilopoda : 1 pasang dan panjang
b. Diplopoda : 1 pasang dan pendek

 

1 pasang
Organ Pernafasan Insang atau seluruh permukaan tubuh Paru-paru buku Trakea Trakea
Tempat hidup Air tawar, air laut Di darat Di darat Di darat

.: BIOLAB : “PENGAMATAN HEWAN ARTHROPODA “

Pendekatan ketrampilan proses

:: Tujuan :

ý     Setelah melakukan kegiatan ini diharapkan Anda dapat membedakan ciri berbagai hewan Arthropoda yang dijumpai di lingkungan sekitarmu.

 

:: Alat :

ý     Mikroskop, kaca pembesar, gunting, pinset, cawan petri, botol dan papan bedah.

 

:: Bahan :

ý     Udang, belalang, laba-laba, keluwing, lipan (kelabang), kapas, larutan eter/kloroform.

 

:: Langkah kerja :

  1. Ambillah udang dan letakkan di atas papan bedah. Amati bagian kepala, dada dan ekor. Catatlah organ yang ditemukan di setiap daerah tersebut, kemudian gambarlah udang tersebut beserta keterangannya.
  2. Ulangai langkah tersebut untuk belalang, laba-laba, keluwing dan lipan. Sebelum diamati hewan tersebut dibius dahulu dengan larutan eter/kloroform. Caranya hewan dimasukkan dalam botol, basahi kapas dengan eter lalu masukkan di dalam botol yang sama. Tutup botol tersebut rapat-rapat, tunggu sampai hewan tak bergerak lagi. Ambil dengan pinset letakkan di papan bedah, botol tutup kembali lalu hewan diamati. (Botol harus dalam keadaan tertutup karena larutan pembius dapat membius Anda sendiri).
  3. Setelah Anda mengamati hewan-hewan tersebut, isilah tabel hasil pengamatan di bawah ini.

 

 

Karakteristik

Hewan

Udang

Belalang

Laba-laba

Keluwing

Lipan

Tubuh beruas-ruas          
Tubuh dapat dibedakan atas kepala, dada dan perut          
Tubuh terdiri atas sefalotoraks (kepala bersatu dengan dada) dan perut          
Pada kepala terdapat          
Alat gerak          
Letak kaki          
Kaki beruas-ruas          
Jumlah kaki          
Letak sayap          
Jumlah sayap          
Lubang-lubang kecil di tepi tubuh          

 

  1. Buatlah laporan kegiatan ini dan komunikasikan di depan kelas Anda untuk bahan diskusi bersama.

.: TUGAS : .

Pendekatan ketrampilan proses dan pemecahan masalah

Menjelaskan dasar-dasar pengelompokan Arthropoda dan mengidentifikasi peranannya bagi kehidupan manusia.

:: Tujuan :

  • Setelah melakukan kegiatan ini diharapkan Anda dapat mengklasifikasikan hewan Arthropoda yang dijumpai di sekitar lingkunganmu dan mengetahui peranannya masing-masing.

 

:: Bahan :

  • Belalang, jangkrik, kecoa, udang, kepiting, keluwing, laba-laba, kalajengking, lalat, nyamuk, kutu rambut, semut, kupu-kupu, rajungan, yuyu dan lipan, ataupun sesuaikan dengan jenis hewan yang ada di sekitar tempat tinggalmu.

 

Belalang

Belalang

 

:: Langkah kerja :

 

  1. Perhatikan struktur tubuh dan kaki-kaki hewan yang Anda amati, kemudian golongkanlah hewan-hewan tersebut ke dalam 4 kelas. Termasuk kelas apakah hewan-hewan tersebut ? Buatlah kunci determinasinya !?
  2. Diantara hewan-hewan tersebut, hewan apakah yang menguntungkan manusia ?
  3. Diantara hewan-hewan tersebut, hewan apakah yang menrugikan manusia ?







Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.