SYAIR-SYAIR ASMA’UL HUSNA

28 06 2009

By : Emha Ainun Nadjib (Cak Nun)

Allah, Allah

Waktu kau sebut Allah

Hanya Dia-lah Ilah

Waktu kau sebut Ilah

Hanya Allahlah Dia

Waktu kau ucapkan Segalanya

Waktu tak kau ucapka apa-apa

Tetap jua: Ilah hanya Allah

Allah jua yang Ilah

Kita ada atau tidak ada

Kita durhaka atau mematuhi-Nya

disebut satu atau pun tiga

Allah Mutlak Tunggal Ada-nya

Selebihnya: hanya bayangan hampa

Dikejar orang berjuta-juta

kecuali saudara kita

Yang jujur memandang cakrawala

Ar Rohman

Di siang benderang

matahari luput dari ingatan

Sebab hanya digulita malam

Kau dambakan pencahayaan

rahmat Sang Rohman

Pada kita bergelimang

Tenggelam seluruh waktu dan ruang

dalam anugrah tak terumuskan

Tataplah

Bumi langit cinta-Nya!

Namun betapa sukar, betapa sukar

Kita begitu nekad pada-Nya

tak ada jarak untuk menatap-Nya

Maka alpa kita

akan kasih-Nya

Justru karena tak pernah

Ia tinggalkan kita!

Hanya sembahyang sejauh usia

Membuat dzikir, tak sempat lupa

Menghindari mati-mati kecil

Yang berkeliaran manaburkan setannya

Sebelum akhirnya tiba: maut besar

Yang menjelaskan segalanya

Hanya sujud, sungguh

Hanya sujud

Mengambil jarak rohani

Dari dunia maya

Ar Rohiim

Tidak setiap orang mengetahui, bahwa

jauh di dalam jiwanya, setiap hari bergaung

selaksa doa tanpa kata

“Wahai Sang Maha Penyayang, jangan

sampai hari ini aku tak makan, jangan sampai

tak minum, jangan sampai patah tangan,

jangan sampai jiwa linglung, jangan sampai hari

berantakan, jangan sampai lepas napas dihidung,

jangan sampai kehabisan pakaian, jangan sampai

tidur tak bangun, jangan sampai menyerbu

banjir bandang, jangan sampai meledak gunung

jangan sampai pecah bintang, jangan sampai

matahari turun………”.

Dan Allah Maha mengabulkan, namun

teramat sedikit yang orang rasa dan pikirkan

Selaksa doa yang diam, selaksa penghargaan bisu

diucapkan oleh kesunyian:

Allah Maha Meniti dan Mendengarkan, kasihnya

tak terumuskan, di mulut-Nya sukma orang

orang bergelantungan

Di malam yang sepi, orang mengucapkan

permintaan-permintaan tambahan,

sebab segala telah dijamin Tuhan, terkubur

di tanah bisu kealpaan.

“Kenapakah saudaraku–demikian engkau

mengatakan–kenapakah selalu hanya kita

ingat satu diantara seribu: yakni anugrah

Allah yang ditunda, atau ia balik warna

kejadiannya–sedang dengan itu kita diajari

bagaimana membaca rahasia?”

Al Maalik

Yang memimpin alam semesta

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin bumi dan matahari

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin bintang gemintang

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin gunungdan pembukitan

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin lahar dan kawh

Di dalam dan di luar dirimu

Yangmemimpin kerajaan dan hutan

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin angin dan hujan

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin salju dan api

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin sungai dan lautan

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin ladang dan pepohonan

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin mendung dan pelangi

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin hewan dan nafiri

Di dalam dan di luar dirimu

Yang memimpin segala misteri

Yang memimpin getaran para Nabi

Yang memimpin bisikan malaikat

di batin sepi

Yang memimpin isyarat

dari hari ke hari

di dalam

dan

di luar

dirimu

Al Quddus

Air murni

Tak mewakili

Sang Maha Suci

Langit biru

Tak melambangkan

Kekudusan itu

Logam paling bening

Hanya pantulan kasar

Dari Yang Maha Bening

Allah Jernih

Sang Maha Jernih

Pengetahuanku atas-Nya

Tak membenih

Penglihatanku pada-Nya

Hanya buih

Wahai!

Semoga jika telah kubuang sampah

Jika sirna aku yang serakah

Bisa sampai kangenku

Kepada Yang Tak Terbayangkan itu


Aksi

Information

One response

24 04 2010
Mulyonorigger

Tlngkirimin saya syair2 tentang IBU dan kekekalan kehidupan didunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: