SEPUTAR UN 2010

26 03 2010

Ujian Nasional yang selama ini menjadi polemik masyarakat, akhirnya tetap dilaksanakan juga. Untuk UN SMA/MA dilaksanakan pada tanggal 22-26 Maret 2010. Pada hari pertama UN, SMA Islam mendapat kunjungan dinas dari Wakil Bupati Batang, Bapak  Drs. Achfa Mahfudz M.Si. Beliau datang bersama rombongan meninjau pelaksanaan UN di sekolah-sekolah sekitar Batang. Bersama rombongan juga terdapat beberapa wartawan lokal yang ikut menyertai dan meninjau pelaksanaan UN di SMA Islam Ahmad Yani Batang.

Beberapa wartawan sempat berbincang-bincang dengan Pak Achfa mengenai kesiapan UN untuk sekolah-sekolah SMA se Kabupaten Batang.

Pada saat yang sama juga hadir pemantau independen dari Unnes yang datang memantau serta meninjau langsung jalannya UN. Untuk UN tahun ini pengawasan lebih diperketat, yang biasanya soal cadangan tidak diperiksa secara detail, pada saat itu diperiksa sampai detail beserta kelengkapan UN yang lainnya.

Alhamdulillah, akhirnya UN berjalan dengan lancar. Walau mungkin ada beberapa kasus yang terjadi. Menurut kabar, katanya di salah satu sekolah favorit di batang terjadi kebocoran soal jawaban melalui sms. Hal ini diketahui setelah ada pihak pengawas independen dari Unnes mengecek seluruh handphone yang dibawa peserta ujian di sekolah tersebut dan didapatkan sms yang mengarah pada kunci jawaban UN. Entahlah, hal tersebut apakah dilaporkan dalam berita acara atau hanya dianggap angin lalu saja.

Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang menjadi perguruan tinggi koordinator Ujian Nasional (UN) 2010 tingkat Jateng telah mengidentifikasi daerah-daerah yang rawan tindak kecurangan saat pelaksanaan UN.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jateng untuk mengidentifikasi daerah-daerah di Jateng yang rawan tindak kecurangan, berdasarkan data UN tahun lalu,” kata Rektor Unnes, Prof Sudijono Sastroatmodjo di Semarang, Kamis.

Menurut dia, dalam pelaksanaan UN 2009 lalu, Jateng termasuk provinsi “putih”, yakni daerah yang tingkat kecurangannya termasuk kecil, bersama dengan DKI Jakarta dan DI Yogyakarta, sehingga prestasi itu harus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Daerah-daerah yang dianggap rawan kecurangan akan diberikan perhatian khusus dalam pengawasan, termasuk kemungkinan penambahan jumlah pengawas yang ditempatkan di sekolah-sekolah di daerah tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, daerah-daerah di Jateng yang dianggap rawan kecurangan memang tidak banyak, mengingat penetapan Jateng sebagai provinsi “putih”, namun pihaknya tetap mengotimalkan pengawasan di daerah-daerah tersebut.

Penanggung Jawab Pengawasan UN, Prof Fathur Rokhman juga mengatakan hal senada, pihaknya telah mendapatkan data daerah di Jateng yang rawan kecurangan UN dan akan mengintensifkan pengawasan di daerah-daerah tersebut.

“Tidak baik jika saya menyebutkan nama daerahnya, namun memang tidak banyak. Yang jelas kami akan memberikan perlakuan khusus untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan,” kata Fathur yang juga Pembantu Rektor (PR) IV Unnes.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan UN 2009, kata dia, pihaknya mencurigai berbagai tindak kecurangan, seperti lembar jawab UN yang kurang saat pengiriman ke panitia tingkat kabupaten/kota, setelah ditelusuri ternyata tertinggal di sekolah.
“Hal ini tentunya menimbulkan kecurigaan adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak sekolah, namun kami telah menerjunkan tim untuk menelusurinya dan ternyata ketertinggalan itu diakibatkan kecerobohan guru pengawas,” katanya.
Akan tetapi, kata dia, pihaknya tidak akan memberikan toleransi keterlambatan pengiriman lembar jawab dalam UN 2010, baik pengiriman ke panitia kabupaten/kota maupun pengiriman ke Unnes untuk “scanning” (pemindaian) .

“Permasalahan itu sebenarnya dilematis, sebab bisa jadi itu memang kesengajaan, namun bisa juga itu memang benar-benar karena ketelodoran, sehingga kalau lembar jawab itu tidak diterima akan merugikan peserta UN,” katanya.

Unnes, kata Fathur, memang dipercaya mengemban tiga tugas dalam pelaksanaan UN 2010, yakni pengawasan UN tingkat SMA dan MA, pengawasan tingkat SMP melalui tim pemantau independen (TPI), dan pemindaian lembar jawab. (sumber : Antara)


Aksi

Information

2 responses

12 04 2010
mogan

Perlu BSE (Buku Sekolah Elektronik) ???
silakan kunjungi: (klik !)

Mogan Info

… salam kenal …

24 10 2010
Grent

Ass…mulaikum…
Salam kanggoo Para Guru..2X
Dan murid muridnya… ohnya.. aku dulu mantan murid madrasah yang kalo sore dipakai buat madrasah dan paginya dipakai buat SMA …..Kangen sama guru-gurunya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: