DOSA-DOSA PENDIDIKAN INDONESIA

1 06 2010

Mohon ma’af sebelumnya bagi para teman-teman penggiat pendidikan, judul diatas memang sengaja saya buat provokatif. Tapi begitulah yang saya amati selama ini. Banyak sekali kejanggalan dan perasaan membuncah yang ingin saya sampaikan kepada sesama mengenai BOROK-BOROK PENDIDIKAN kita. Bukannya saya memfitnah ataupun mengada-ada, tapi biarlah ini jadi renungan kita bersama untuk menuju PENDIDIKAN YANG MENCERAHKAN.

Ada beberapa “DOSA PENDIDIKAN KITA” yang selama ini kita jalankan bersama, baik itu sebagai sistem maupun kita sebagai pelaku.

1. DOSA GURU

  • Sebagai guru, kadang kita lupa bahwa tujuan pendidikan adalah menghapus kebodohan dengan niat utama “MEMPEROLEH RIDHO YANG MAHA KUASA”. Kita kadang lupa memberitahu ataupun mengawali pelajaran dengan menekankan bahwa kita sedang belajar guna memberantas kebodohan. Kadang sering kita lalai, tidak mengawali pelajaran dengan “MENYEBUT NAMA-NYA” (Bismillah) bagi yang muslim, kadang kita lupa tidak meniatkan dalam sanubari kita, bahwa kita harus mendidik yang terbaik buat mereka sebagai generasi penerus negeri ini. Kita hanya mengedapan materi pelajaran yang harus segera terselesaikan, tanpa menggali lebih jauh makna dari essensi materi ataupun pembelajaran yang kita lakukan.
  • Sebagai guru, kadang kita lupa kewajiban kita adalah mendidik. Mendidik tidaklah sama dengan mengajar. Mendidik memuat arti filosofis yang tinggi, yaitu membuat peserta didik lebih bermartabat, menghargai nilai, norma dan menjadikannya insan kamil sesuai fithrahnya. Sedang mengajar, kalau saya ibaratkan mengisi gelas kosong dengan air yang kita inginkan, mentransfer ilmu tanpa memberikan bimbingan yang berarti supaya terbentuk karakter baik dan kuat bagi peserta didik.
  • Sebagai guru, kadang kita kita lalai merencanakan pendidikan. Kalaupun sudah merencanakannya, kadang kita kurang maksimal melaksanakannya. Kita membuat RPP dsb hanya sebagai kegiatan rutinitas tanpa pernah mempertimbangkan keadaan sekitar yang semakin hari semakin dinamis dan maju. RPP kita kadang sekedar COPY-PASTE tahun lalu, ataupun copy paste milik teman.
  • Sebagai guru, kadang kita KURANG IKHLAS dalam mendidik. Kondisi jiwa guru menurut saya itu juga sangat mempengaruhi kondisi siswa secara keseluruhan. Masalah keluarga kita bawa ke kelas, masalah pribadi tapi berimbas kepada siswa.
  • Sebagai guru, kita kadang menilai siswa kurang objektif.
  • Sebagai guru, kadang kita kurang bisa menggali ataupun menghargai potensi siswa. Siswa dikatakan cerdas bila dia cerdas di kognitif, padahal kecerdasan yang lain justru lebih berpengaruh bagi perkembangan kedepannya seperti kecerdasan emosional, kecerdasan sosial, kecerdasan spiritual dll.
  • dsb, ada masukankah??

2. DOSA PEMERINTAH (SISTEM)

  • Pemerintah melakukan KASTANISASI terhadap guru maupun sekolah. Kastanisasi terhadap guru dapat kita jumpai adanya guru PNS, guru wiyata bakti, guru tidak tetap, guru tetap yayasan, guru bantu dan sebagainya. Kesenjangan antara penghasilan guru PNS dengan guru swasta semakin terasa dan dilegalkan oleh pemerintah bahkan dikuatkan dalam seluruh produk undang-undang yang mengatur penghasilan guru. Kastanisasi terhadap sekolah dapat kita temukan adanya SBI (Sekolah Bertaraf Internasional), RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional), SSN (Sekolah Standar Nasional), sekolah negeri dan sekolah swasta. Semua kastanisasi sekolah tersebut ujung-ujungnya adalah UANG YANG BERKUASA.
  • Kebijakan penilaian yang seharusnya dilakukan oleh guru sesuai amanat UU Sisdiknas, diingkari sendiri oleh pemerintah sebagai pemegang kebijakan.
  • Pemerintah kurang peduli dengan pendidikan di luar Jawa. Banyak sekali ketimpangan yang terjadi antara pendidikan di perkotaan dengan pelosok-pelosok diseluruh tanah air kita. Seharusnya pemerintah mengedepankan pembangunan dalam pendidikan. Kita semua tahu, bangsa Jepang terpuruk setelah kalah dalam perang dunia II bisa bangkit kembali karena memprioritaskan pembangunannya dalam bidang pendidikan.
  • dsb, ada masukan yang lain??

Tulisan ini semoga menjadi bahan refleksi kita bersama, masih banyak PR kita yang harus kita benahi di dunia pendidikan kita agar anak-cucu kita kelak menjadi tuan di negerinya sendiri, menjadi pemakmur bagi sesama.

Wallahu ‘Alam Bisshowwab


Aksi

Information

3 responses

11 04 2011
Rido sandi atmanto

Sampai kapan ya indonesia kaya gini

*mungkin perlu pemimpin yg tegas n kejam tp membela rakyat kecil n tidak pandang bulu tp bijaksana

rakyatnya n aparatnya jg pada tau diri n tau kanan kiri

**baca ginian jadi gemes. Sesuai dg apa yg saya pikirkan

smg indonesia cepat sembuh

20 03 2014
jeanny muliasari

Subhanallah…..dan Terimakasih banyak kepada penulis yg baik, bijak dan mengagumkan ini… Sungguh sy tak menyangka akhirnya ada juga yg mau tulus memberikan “renungan” ini,…. Persis dgn apa yg sdg dialami oleh anak saya yg notabene sbg peserta didik (smp)… Dan sy sbg ibu…tentu sangat miris dan prihatin skaligus kecewa apa yg tlh dilakukan oleh para “pendidik” thdp anak saya. .. Demi utk kepentingan “sebuah bisnis” yg bertopeng sebuah “sekolahan”…. School of Champions!

21 10 2014
Sommer

I know this website gives quality dependent articles and other information, is there any other website which presents such data in quality?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: