KUMPULAN SOAL TRY OUT UN TAHUN 2013

1 02 2013

UN (Ujian Nasional) tahun pelajaran 2012/2013 sebentar lagi akan dilaksanakan, biasanya pada bulan April minggu kedua. Ada beberapa pont perbedaan pelaksanaan UN tahun 2011/2012 dengan tahun ini 2012/2013. Kurang lebih dua bulan lagi, Ujian Nasional (UN) akan diselenggarakan secara serempak di seluruh SMA/SMK di Indonesia. Namun, UN tahun 2013 ini akan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Hal utama yang paling membedakannya yaitu dijadikannya nilai UN sebagai salah satu indikator untuk Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).

Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mulai memberlakukan 20 variasi paket soal pada UN tahun 2013 ini. Sedangkan pada tahun sebelumnya, hanya berjumlah lima paket soal. Pemberlakuan 20 paket soal ini merupakan salah satu langkah antisipasi tindak kecurangan dalam pelaksanaan UN 2013.

Selain sudah menentukan jadwal penyelenggaraan Ujian Nasional (UN) 2013, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga sudah menetapkan batas nilai minimum kelulusan siswa. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan, untuk siswa SMA/SMK/MA, standar kelulusan pun masih ditetapkan pada nilai yang sama dengan tahun lalu, yaitu 5,5.

“Tidak ada yang berubah. Soalnya saja berubah dan ada 20 variasi soal di tiap kelas, tapi tingkat kesulitannya relatif sama. Batas nilai minimum juga seperti tahun lalu,” ujar Khairil kepada Kompas.com, Rabu (26/12/2012).

Pada tahun 2012, nilai minimum 5,5 merupakan nilai akhir rata-rata siswa dari kombinasi nilai UN dan nilai rapor dengan porsi 60:40. Siswa juga tak boleh memperoleh nilai di bawah 4 untuk mata pelajaran yang diujikan dalam UN.

Selain itu, Khairil mengatakan bahwa soal UN 2013 akan lebih variatif sesuai dengan kebijakan Kemendikbud yang akan menggunakan 20 paket soal. Tingkat kesulitan UN tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu meski hasil UN akan dijadikan salah satu syarat masuk perguruan tinggi negeri.

Berikut jadwal UN untuk masing-masing satuan pendidikan seperti dirilis Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud, Minggu (6/1/2013).

Jadwal UN 2013 SD/MI

Jadwal Latihan UN  SD Tahap I    21-23 Maret 2013
Jadwal Latihan UN  SD Tahap II    15-17 April 2013
Ujian Nasional SD Utama    6-8 Mei 2013
Ujian Nasional SD susulan    13-15 Mei 2013

Jadwal UN 2013 SMP

Jadwal Latihan UN  SMP Tahap I    21-23 Feb 2013
Jadwal Latihan UN  SMP Tahap II    18-20 Maret 2013
Ujian Nasional  SMP Utama    22-25 April 2013
Ujian Nasional  SMP susulan    29 April – 2 Mei 2013

Jadwal UN 2013 SMA/SMK

Jadwal Latihan UN  SMK tahap I    21 – 23 Feb 2013
Jadwal Latihan UN  SMK tahap II    18-20 Mar 2013
Jadwal Latihan UN  SMA Tahap I    25-27 Feb 2013
Jadwal Latihan UN  SMA Tahap II    20-23 Maret 2013
Ujian Nasional  SMA/SMK Utama    15 – 18 April 2013
Ujian Nasional  SMA/SMK susulan    22 – 25 April 2013

Bila kita baca draft POS UN 2013 terdapat perbedaan mendasar pelaksanaan UN 3012 dengan UN tahun-tahun sebelumnya, diantaranya adalah:
1. Penyatuan pelaksanaan UN sekolah dengan UN Pendidikan Kesetaraan
2. Mengakomodasi sekolah penyelenggara sistem program akselarasi dan sistem kredit semester
3. Soal menjadi 20 paket pada setiap ruangan
4. Kesulitan soal ditingkatkan
5. Peningkatan peran perguruan tinggi dalam pelaksanaan UN SMA/MA/SMK/Program Paket C

 

Dengan adanya 20 paket soal dalam UN, otomatis tiap siswa dalam ruangan akan berbeda soal. Untuk mensiasati hal tersebut, tentunya guru mapel UN harus sering-sering memberikan latihan UN kepada peserta didik.

KISI-KISI DAN PERATURAN UN TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Berikut kami sertakan file TRY OUT UN Tahun Pelajaran 2012/2013 :

TRY OUT UJIAN NASIONAL SMA PROGRAM IPA

1. TRY OUT UN MAPEL KIMIA :

2. TRY OUT UN MAPEL BIOLOGI :

3. TRY OUT UN MAPEL FISIKA :

4. TRY OUT UN MATEMATIKA IPA :

 

TRY OUT UJIAN NASIONAL SMA PROGRAM IPS

1. TRY OUT UN MAPEL EKONOMI

2. TRY OUT UN MAPEL GEOGRAFI

3. TRY OUT UN MAPEL SOSIOLOGI

4. TRY OUT UN MATEMATIKA-IPS





Pemerintah Siap Gelar Ujian Nasional 2012

8 12 2011

Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh memastikan pemerintah tetap akan menggelar ujian nasional tahun 2012. Ujian nasional dijadwalkan berlangsung pada April 2012.

Menteri Nuh mengatakan, saat ini perdebatan mengenai UN sudah selesai. “Sekarang masalahnya adalah bagaimana melaksanakan UN dengan baik,” ujarnya dalam jumpa pers, di Gedung Kemdikbud, Rabu (30/11). Turut mendampingi Mendikbud adalah Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro dan Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Djemari Mardapi.

Ia menuturkan,  ada empat kunci pelaksanaan UN yang baik atau kredibel. Pertama, dijamin keamanan dan kerahasiaannya. Karena jika berkasnya bocor, maka kredibilitas UN itu sudah berkurang, bahkan hilang.  Kedua, dari sisi ketepatan distribusi, harus tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat bahan yang mau diuji.

Ketiga, pada hari pelaksanaan harus dijamin kelancarannya.  Jangan sampai soal sudah ada semua tapi soal ujian yang dibagikan salah. “Kalau seandainya terjadi kesalahan, maka harus disiapkan satu sistem yang mampu mengantisipasi kesalahan tersebut,” katanya. Dan, keempat, dalam sistem evaluasi harus dipastikan agar nilai rapor bisa menjamin bahwa nilai itu mencerminkan kemampuan sang anak. “Nilai rapor jangan mencekungkan atau mencembungkan nilai anak yang sebenarnya,” kata Menteri Nuh.

Menteri Nuh menyampaikan, jika keempat kunci pelaksanaan tadi bisa dipenuhi, maka ada dua hal yang bisa diraih. Pertama, bisa dilakukan pemetaan tentang ragam kompetensi siswa dan penyebarannya. Kedua, informasi kualitas sang anak (lulus atau tidak lulus).

Menteri Nuh juga menegaskan, bahwa ujian nasional bukanlah penentu kelulusan.  Kelulusan ditentukan satuan pendidikan. Namun, satuan pendidikan menentukan kelulusan berdasarkan, tuntas kegiatan belajar mengajar, akhlak yang baik, dan ujian nasional.

UN untuk tingkat SMA/MA akan berlangsung pada 16-19 April 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 23-26 April. Untuk jenjang SMP/MTs dan SMPLB, UN akan dilaksanakan pada 23-26 April 2012, dan UN susulan akan berlangsung pada 30- 4 Mei 2012.

Sedangkan untuk jenjang SD/MI/SDLB UN akan digelar pada 7-9 Mei 2012, dan UN susulan akan dilaksanakan pada 14-16 Mei 2012. Hasil UN tingkat SMA/MA dan SMK akan diumumkan pada 24 Mei 2012. Tingkat SMP/MTs, SMPLB dan SMALB pada 2 Juni 2012. Sedangkan untuk pengumuman kelulusan UN tingkat SD menjadi kewenangan setiap provinsi.

Baca entri selengkapnya »





LATIHAN UJIAN SEKOLAH MAPEL KIMIA

6 03 2011

Hai kamu-kamu kelas XII IPA, ini ada sedikit bocoran uppsss…. latihan soal ujian sekolah mapel kimia, pelajari ya…siapa tahu besok pas ujian sekolah keluar…he..he

 

 





LATIHAN UJIAN SEKOLAH MAPEL BIOLOGI

6 03 2011

Bagi siswa-siswi kelas XII IPA, silahkan pelajari latihan soal Biologi untuk Ujian Aaakhir Sekolah. Semoga bermanfaat

 

 





Ujian Nasional Digelar April

4 01 2011

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh telah meneken Permendiknas Nomor 45/2011 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46/2011 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran 2010/2011 jenjang sekolah menengah atas/ madrasah aliyah/sekolah menengah kejuruan (SMA/MA/SMK) akan digelar pada 18-21 April 2011. Adapun pelaksanaan UN sekolah menengah pertama/madrasah tsanawiyah (SMP/MTs) akan digelar pada 25-28 April 2011.

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) menyampaikan, pemerintah menggunakan formula baru untuk menentukan kelulusan yaitu nilai gabungan antara nilai UN dan nilai sekolah yang meliputi ujian sekolah dan nilai rapor.  “Dengan formula baru kita pertimbangkan prestasi di sekolah (yaitu) ujian sekolah dan raport digabung dengan UN,” katanya saat memberikan keterangan pers di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Senin (3/1/2011).

Baca entri selengkapnya »





SEKILAS AKREDITASI SMA

24 08 2010

Alhamdulillah, rasa capek dan pegal-pegal yang melanda selama beberapa hari ini telah terobati dengan perasaan lega, dengan berakhirnya visitasi, validasi dan assessment ke sekolah kami yang dilaksanakan pada hari Senin-Selasa tepatnya tanggal 23-24 Agustus 2010. Akreditasi tahun ini kami rasa cukup berat karena harus memenuhi kriteria penilaian 8 komponen yang baru pertama kali kami lakukan.

Dengan semangat untuk memajukan proses dan mutu pendidikan sekolah, kami para tim dengan ikhlas lembur dan melelngkapi poin-poin penilaian akreditasi untuk 8 komponen.

Tepat jam 07.20 hari Senin tanggal 23 Agustus, tim assessor yang berjumlah 2 orang yaitu Pak Iwan Mulyawan dan Pak Ahmad Said mengadakan  visitasi ke sekolah kami. Acara pertama adalah penyambutan dan ramah-tamah sebelum acara inti penilaian dan validasi. Pelaksanaan akreditasi selama 2 hari, dimulai dari jam 07.30 sampai jam 14.30. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan sukses, walaupun saat awal validasi kami merasa sedikit grogi.

Berikut ini beberapa trik dan tip untuk menghadapi akreditasi sekolah :
A. Persiapkan administrasi mengajar guru minimal 2 bulan sebelumnya, sehingga maksimal 1 minggu sebelum akreditasi, perangkat sudah terkumpul.
  1. Perangkat yang harus disiapkan : Silabus dan RPP dari tapel 1 tahun terakhir dan tpel yang sedang berjalan.  RPP dari Tapel yang berjalan  harus ada perbedaan walaupun sedikit,  dengan tapel sebelumnya untuk menunjukan perbaikan.
  2. Semua silabus dan RPP yang diakui hanya yang sudah ditandatangani guru dan kepala sekolah, serta telah distempel.
  3. Perangkat mengajar dipisahkan antara silabus, RPP, Pemetaan SK-KD, Pemetaan materi dll, karena akan dihitung porsentasenya.
  4. Untuk perangkat penilaian, usahakan guru selengkap mungkin membuatnya mulai dari daftar nilai, KKM, analisis UH, contoh soal, program kerja dan pengayaan, bukti tugas terstruktur dan tidak terstruktur serta UH  siswa yang sudah diberi umpan balik oleh guru dan orang tua siswa serta mendapatkan tanda tangan dari orang tua.
  5. Untuk akreditasi A, minimal 90% dari guru  atau mapel pada semua tingkatan  harus sudah mengumpulkan perangkat di atas ( yang dihitung hanya yang sudah memenuhi persyaratan)
B. Persiapkan bukti fisik untuk 8 standar pendidikan yakni :
  1. Standar isi : KTSP, pemetaan SK-KD, pemetaan materi dll yang menyangkut KTSP
  2. Standar proses : Silabus model terbaru, RPP model terbaru, Pemantauan, supervisi, evaluasi, pelaporan pengawasan, tindak lanjut dll.
  3. Standar kompetensi lulusan
  4. Standar Pendidik dan tenaga kependidikan
  5. Standar sarana prasarana
  6. Standar pengelolaan
  7. Standar penilaian
  8. Standar pembiayaan
C.  Persiapkan semua bukti fisik yang memungkinkan termasuk:
  1. Foto, CD, hasil karya siswa,
  2. Daftar hadir: daftar hadir  harus ada untuk semua kegiatan di sekolah, baik rapat, kegiatan OSIS, workshop, lomba, pelatihan, bahkan sampai ke daftar hadir upacara.
  3. Dokumentasi lomba, kegiatan, notulen rapat, nota, kuitansi , surat tugas, ekspedisi, sertifikat, berita acara dll. yang terkait, harus disiapkan.
  4. Semua kegiatan baik akademik dan  administratif harus sudah diprogramkan sebelumya, yang dibuktikan dengan program kegiatan, pelaksanaan kegiatan dan dilanjutkan dengan laporan dan tindak lanjut kegiatan.
  5. Semua standar bukti fisik semua standar sudah direkap, dan dihitung persentase masing-masing komponen sebelum akreditasi dimulai sehingga penilai tinggal mencocokkan saja (tidak perlu menghitung lagi). Angka harus didukung oleh bukti fisik. Sekali lagi, untu akreditasi A, usahakan bukti fisik yang memenuhi persyaratan > 90 %.
  6. Masukkan tiap-tiap bukti fisik maupun dokumen ke dalam stofmap sesuai item pertanyaan di tiap komponen standar penilaian.
  7. Buat tim akreditasi sekolah, untuk tiap standar penilaian sebaiknya minimal 2 orang guru yang menangani. Pilih penjawab yang telaten, dan mau kerja keras sehingga bisa mengumpulkan bukti fisik lebih banyak.

Silahkan download Perangkat Akreditasi SMA/MA :


SEJARAH AKREDITASI SEKOLAH

Sejarah akreditasi sekolah di Indonesia mencatat tiga fase perkembangan. Fase pertama terjadi ketika Direktorat Sekolah Swasta melakukan akreditasi terhadap sekolah-sekolah swasta. Fase kedua terjadi ketika Badan Akreditasi Sekolah Nasional (BASNAS) melakukan akreditasi terhadap semua sekolah, baik negeri maupun swasta berdasar 9 (sembilan) komponen penyelenggaraan sekolah. Sedangkan fase ketiga ditandai dengan pelaksanaan akreditasi sekolah oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) dengan instrumen yang disusun berdasarkan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Fase terakhir sistem akreditasi sekolah merupakan penyempurnaan dan sekaligus jawaban terhadap kritik berbagai pihak atas kelemahan sistem akreditasi sebelumnya. Selama ini sistem akreditasi yang pernah berlaku dianggap sebagai mengabaikan keadilan.

Pada fase pertama, akreditasi sekolah yang hanya diperuntukkan bagi sekolah swasta sangat diskriminatif. Terlebih dengan kriteria pemeringkatan sebagai Terdaftar, Diakui dan Disamakan, sekolah swasta dianggap selalu under position. Disamakan sebagi peringkat terbaik hasil akreditasi dipertanyakan pula. Disamakan dengan siapa ? Apakah disamakan dengan sekolah negeri ? Jika demikian, maka sebaik apapun sekolah swasta tidak akan lebih baik dari sekolah negeri. Padahal faktanya, sekolah terbaik di Indonesia adalah sekelompok sekolah swasta, meskipun yang “terjelek” juga sekelompok sekolah swasta.

Sistem akreditasi sekolah fase kedua dianggap tidak adil lebih ditujukan kepada sifat instrumennya yang kategorik dan sangat diskrit. Respon instrumen hanya ada dua kemungkinan jawaban, ialah antara “ya” atau “tidak”. Jika “ya” maka diberi skor 1, sedangkan jika “tidak” diberi skor “0”. Sifatnya yang sangat diskrit cenderung mengabaikan sisi rentang kualitatif, kuantitatif dan kefungsian. Taruhlah contoh, sebuah sekolah memiliki bola kaki sebuah. Karena instrumennya berbunyi “Sekolah memiliki sarana olah raga” maka harus diberi skor 1. Pada hal sengguhnya bola kaki yang hanya sebuah tidak dapat menggambarkan kualitas dan kefungsiannya dalam pembelajaran Olahraga. Skor yang sama diberikan kepada sekolah yang sarana olah raganya lengkap dengan Hall dan pusat pelatihan atlet, misalnya. Di sinilah letak ketidakadilan itu.

Demikianlah, ketika sistem akreditasi sekolah memasuki fase ketiga, seluruh kekurangan yang terjadi dalam sistem akreditasi sekolah pada fase sebelumnya diperbaiki. Hal ini terkait dengan mulai tumbuhnya kesadaran, bahwa akreditasi bukan hanya sekadar kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah. Lebih dari itu akreditasi dilakukan untuk menentukan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan untuk akuntabilitas publik.






SEPUTAR UN 2010

26 03 2010

Ujian Nasional yang selama ini menjadi polemik masyarakat, akhirnya tetap dilaksanakan juga. Untuk UN SMA/MA dilaksanakan pada tanggal 22-26 Maret 2010. Pada hari pertama UN, SMA Islam mendapat kunjungan dinas dari Wakil Bupati Batang, Bapak  Drs. Achfa Mahfudz M.Si. Beliau datang bersama rombongan meninjau pelaksanaan UN di sekolah-sekolah sekitar Batang. Bersama rombongan juga terdapat beberapa wartawan lokal yang ikut menyertai dan meninjau pelaksanaan UN di SMA Islam Ahmad Yani Batang.

Beberapa wartawan sempat berbincang-bincang dengan Pak Achfa mengenai kesiapan UN untuk sekolah-sekolah SMA se Kabupaten Batang.

Pada saat yang sama juga hadir pemantau independen dari Unnes yang datang memantau serta meninjau langsung jalannya UN. Untuk UN tahun ini pengawasan lebih diperketat, yang biasanya soal cadangan tidak diperiksa secara detail, pada saat itu diperiksa sampai detail beserta kelengkapan UN yang lainnya.

Alhamdulillah, akhirnya UN berjalan dengan lancar. Walau mungkin ada beberapa kasus yang terjadi. Menurut kabar, katanya di salah satu sekolah favorit di batang terjadi kebocoran soal jawaban melalui sms. Hal ini diketahui setelah ada pihak pengawas independen dari Unnes mengecek seluruh handphone yang dibawa peserta ujian di sekolah tersebut dan didapatkan sms yang mengarah pada kunci jawaban UN. Entahlah, hal tersebut apakah dilaporkan dalam berita acara atau hanya dianggap angin lalu saja.

Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang menjadi perguruan tinggi koordinator Ujian Nasional (UN) 2010 tingkat Jateng telah mengidentifikasi daerah-daerah yang rawan tindak kecurangan saat pelaksanaan UN.

“Kami telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Jateng untuk mengidentifikasi daerah-daerah di Jateng yang rawan tindak kecurangan, berdasarkan data UN tahun lalu,” kata Rektor Unnes, Prof Sudijono Sastroatmodjo di Semarang, Kamis.

Menurut dia, dalam pelaksanaan UN 2009 lalu, Jateng termasuk provinsi “putih”, yakni daerah yang tingkat kecurangannya termasuk kecil, bersama dengan DKI Jakarta dan DI Yogyakarta, sehingga prestasi itu harus dipertahankan dan ditingkatkan.

“Daerah-daerah yang dianggap rawan kecurangan akan diberikan perhatian khusus dalam pengawasan, termasuk kemungkinan penambahan jumlah pengawas yang ditempatkan di sekolah-sekolah di daerah tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, daerah-daerah di Jateng yang dianggap rawan kecurangan memang tidak banyak, mengingat penetapan Jateng sebagai provinsi “putih”, namun pihaknya tetap mengotimalkan pengawasan di daerah-daerah tersebut.

Penanggung Jawab Pengawasan UN, Prof Fathur Rokhman juga mengatakan hal senada, pihaknya telah mendapatkan data daerah di Jateng yang rawan kecurangan UN dan akan mengintensifkan pengawasan di daerah-daerah tersebut.

“Tidak baik jika saya menyebutkan nama daerahnya, namun memang tidak banyak. Yang jelas kami akan memberikan perlakuan khusus untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan,” kata Fathur yang juga Pembantu Rektor (PR) IV Unnes.

Berdasarkan evaluasi pelaksanaan UN 2009, kata dia, pihaknya mencurigai berbagai tindak kecurangan, seperti lembar jawab UN yang kurang saat pengiriman ke panitia tingkat kabupaten/kota, setelah ditelusuri ternyata tertinggal di sekolah.
“Hal ini tentunya menimbulkan kecurigaan adanya unsur kesengajaan yang dilakukan oleh pihak sekolah, namun kami telah menerjunkan tim untuk menelusurinya dan ternyata ketertinggalan itu diakibatkan kecerobohan guru pengawas,” katanya.
Akan tetapi, kata dia, pihaknya tidak akan memberikan toleransi keterlambatan pengiriman lembar jawab dalam UN 2010, baik pengiriman ke panitia kabupaten/kota maupun pengiriman ke Unnes untuk “scanning” (pemindaian) .

“Permasalahan itu sebenarnya dilematis, sebab bisa jadi itu memang kesengajaan, namun bisa juga itu memang benar-benar karena ketelodoran, sehingga kalau lembar jawab itu tidak diterima akan merugikan peserta UN,” katanya.

Unnes, kata Fathur, memang dipercaya mengemban tiga tugas dalam pelaksanaan UN 2010, yakni pengawasan UN tingkat SMA dan MA, pengawasan tingkat SMP melalui tim pemantau independen (TPI), dan pemindaian lembar jawab. (sumber : Antara)